GeeGitMEDIA
IHSG Terjun Bebas 1,70% ke Level 6.429 di Sesi Siang di Tengah Bayang-Bayang Gejolak Global
finansial

IHSG Terjun Bebas 1,70% ke Level 6.429 di Sesi Siang di Tengah Bayang-Bayang Gejolak Global

14 Sep 2026 • 17:23 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin, 14 September 2026, di mana Sindonews mencatat indeks terjun bebas 1,70% ke level 6.429,88 pada penutupan sesi I, dengan nilai transaksi mencapai Rp7,9 triliun.

IHSG Sesi Siang6.429,88 (Turun 1,70%)
Nilai Transaksi Sesi IRp7,9 Triliun
IHSG Penutupan Sore6.534 (Turun 0,1%)
Kurs RupiahRp17.669 per Dolar AS
Telemetri USD/IDRRp17.602,65 (+0,16%)
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan himpunan laporan multi-sumber, pergerakan pasar saham nasional pada awal pekan ini diwarnai oleh dinamika yang berfluktuasi tajam. Liputan Sindonews melaporkan koreksi terdalam hingga 1,70% pada sesi siang hari. Sementara itu, laporan CNN Indonesia Ekonomi mencatat IHSG ditutup melemah tipis 0,1 persen ke level 6.534 pada sore harinya, dengan 429 saham berada di zona merah. Di sisi lain, Detik Finance menyoroti aksi pasar yang sempat berbalik menguat dan berhasil memangkas pelemahan setelah sebelumnya anjlok lebih dari 2% jelang penutupan, bertepatan dengan dinamika pelantikan pejabat tinggi negara di mana Presiden Prabowo melantik Suahasil menggantikan Purbaya. Dari sudut pandang makroekonomi, Kontan Investasi & Makro serta CNBC Indonesia Market melaporkan bahwa pasar masih dibayangi oleh sentimen kenaikan harga minyak global dan proyeksi suku bunga The Fed (FOMC). Kontan mencatat proyeksi pergerakan rupiah pada Selasa (15/9/2026) masih dibayangi tekanan setelah ditutup melemah 0,33% ke Rp17.669 per dolar AS pada Senin (14/9/2026). Data telemetri resmi FX USD/IDR turut mengonfirmasi pergerakan mata uang asing dengan nilai tukar di level Rp17.602,65 atau mengalami perubahan sebesar 0,16%.

Dampak bagi pembaca

Tekanan tajam pada IHSG dan pelemahan rupiah membawa implikasi langsung terhadap strategi alokasi aset bagi investor domestik maupun pelaku industri. Kenaikan harga minyak dunia serta bayang-bayang kenaikan suku bunga global menuntut kehati-hatian dalam memilih sektor saham yang defensif guna memitigasi risiko volatilitas pasar keuangan yang tinggi.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Kontan Investasi & Makro, CNN Indonesia Ekonomi, Detik Finance)