GeeGitMEDIA
Potret 'Bus Oksigen' di Palangka Raya Bantu Warga Terdampak Asap Karhutla
bencana

Potret 'Bus Oksigen' di Palangka Raya Bantu Warga Terdampak Asap Karhutla

29 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Detik Health, sebuah bus yang dilengkapi tabung oksigen dihadirkan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 29 Oktober 2026, guna membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat polusi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Durasi Perjuangan RelawanHampir empat bulan
Luka Robek Kepala Bobon Santoso5 cm
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Liputan dari berbagai media independen pada Kamis, 29 Oktober 2026, menyoroti berbagai sisi kemanusiaan dalam penanganan darurat karhutla di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan Detik Health, inisiatif 'Bus Oksigen' ini menjadi tumpuan sementara bagi masyarakat yang sesak napas akibat pekatnya kabut asap. Sementara itu, liputan Republika News mengangkat kisah perjuangan para relawan di lapangan. Mahrus, salah seorang relawan karhutla di Palangka Raya, membagikan pengalamannya bersama Vilmei dan Asrul bahwa mereka telah hampir empat bulan berjibaku melawan api tanpa kenal lelah. Di sisi lain, liputan Sindonews Lifestyle & Kesehatan melaporkan insiden yang menimpa pegiat kemanusiaan Bobon Santoso. Ia mengalami kecelakaan saat menyalurkan bantuan korban karhutla di Palangka Raya hingga kepalanya mengalami luka sobek sepanjang 5 cm, namun tetap melanjutkan tugas untuk merekam laporan bantuan tersebut.

Dampak bagi pembaca

Dampak polusi asap karhutla di Palangka Raya secara langsung mengancam kesehatan pernapasan warga, sehingga kehadiran 'Bus Oksigen' sangat krusial sebagai pertolongan pertama medis darurat. Di sisi lain, aksi kemanusiaan para relawan dan pegiat sosial menunjukkan tingginya solidaritas, sekaligus menuntut adanya peningkatan perlindungan keselamatan kerja bagi relawan serta percepatan penanggulangan titik api di wilayah terdampak.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Republika News, Sindonews Lifestyle & Kesehatan, Detik Health)