Gerindra Ungkap 42 Menteri-Wamen Tak Optimal, Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna
Presiden Prabowo Subianto akan memimpin sidang kabinet paripurna perdana di Istana Kepresidenan pada Rabu, 21 Oktober 2026, menyusul pengungkapan Partai Gerindra yang menilai 42 menteri dan wakil menteri tidak bekerja optimal, sementara media lain menyoroti peran Wakil Presiden Gibran yang dianggap simbolis.
Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin sidang kabinet paripurna pertama di Istana pada hari yang sama, Rabu (21/10/2026). Sidang ini dipandang sebagai momentum untuk meninjau kinerja pemerintahan dua tahun pertama.\n\nSindonews Nasional mengungkap daftar 42 menteri dan wakil menteri yang dinilai tidak bekerja secara optimal di kabinet Prabowo‑Gibran. Daftar tersebut disampaikan oleh Partai Gerindra sebagai bahan pertimbangan untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan.\n\nBBC News Indonesia menambahkan perspektif politik dengan menyoroti kritik terhadap peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dalam beberapa laporan digambarkan sebagai "pemanis" kabinet. Sementara itu, Antara Berita Terkini & Bencana menekankan bahwa pemerintahan Prabowo‑Gibran telah genap dua tahun, dengan agenda transformasi digital sebagai salah satu fokus utama, meski tidak secara langsung membahas isu kinerja menteri.
Dampak bagi pembaca
Pengungkapan Gerindra dapat memicu tekanan politik bagi Presiden Prabowo untuk melakukan penyesuaian atau reshuffle kabinet, terutama menjelang sidang paripurna. Jika 42 pejabat tersebut memang kurang optimal, restrukturisasi dapat memengaruhi kebijakan ekonomi, sosial, dan digital yang sedang dijalankan. Di sisi lain, kritik terhadap peran Wapres Gibran dapat memperkuat narasi oposisi tentang ketidakseimbangan kekuasaan dalam eksekutif, yang berpotensi memengaruhi persepsi publik dan dukungan koalisi di DPR.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Katadata Riset & Ekonomi, Sindonews Nasional, BBC News Indonesia)