GeeGitMEDIA
Harga Emas Antam Anjlok Rp 17.000 Menjadi Rp 2.580.000 Per Gram
finansial

Harga Emas Antam Anjlok Rp 17.000 Menjadi Rp 2.580.000 Per Gram

29 Sep 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pasar komoditas logam mulia di Tanah Air pada Selasa, 29 September 2026, dikejutkan oleh pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang kembali mengalami pelemahan signifikan. Berdasarkan himpunan data lintas media ekonomi, koreksi harga ini tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga berdampak tajam pada nilai pembelian kembali atau buyback yang diumumkan pada pagi hari.

Harga Emas Antam TerbaruRp 2.580.000 / gram
Besaran Penurunan Harga JualRp 17.000 / gram
Harga Buyback Emas AntamRp 2.375.000 / gram
Besaran Penurunan BuybackRp 47.000 / gram
Harga Pembelian Saham MDKA oleh DireksiRp 2.830 / saham
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Liputan dari Kontan Investasi & Makro serta CNN Indonesia Ekonomi pada Selasa, 29 September 2026, mencatat bahwa harga emas Antam Logam Mulia turun sebesar Rp 17.000 per gram, sehingga bertengger di posisi Rp 2.580.000 per gram. Penurunan ini memperkuat tren pelemahan sebelumnya sebagaimana disoroti oleh laporan Detik Finance yang melaporkan bahwa harga emas Antam belum berhenti turun. Selain harga jual dasar yang merosot, tekanan juga terlihat jelas pada sektor buyback. CNN Indonesia Ekonomi merinci bahwa harga pembelian kembali terjun bebas hingga Rp 47.000 ke level Rp 2.375.000 per gram, dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp 2.422.000 per gram. Di sisi lain, dinamika pasar modal secara terpisah turut diwarnai oleh aksi korporasi emiten pertambangan, di mana berdasarkan laporan CNBC Indonesia Market, dua direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)—Albert Saputro dan Titien Supeno—kompak memborong total 1 juta saham MDKA di harga Rp 2.830 per saham pada pukul 11.00 WIB.

Dampak bagi pembaca

Koreksi harga emas Antam dan anjloknya nilai buyback memberikan implikasi langsung bagi para investor ritel dan masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai jangka pendek. Penurunan nilai buyback yang cukup dalam menuntut investor untuk lebih cermat dalam memperhitungkan likuiditas dan waktu pencairan aset agar terhindar dari potensi kerugian. Langkah mitigasi terbaik bagi pelaku pasar adalah mempertahankan orientasi investasi jangka panjang serta memantau pergerakan pasar global secara berkala sebelum mengambil keputusan transaksi lanjutan.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (CNBC Indonesia Market, CNN Indonesia Ekonomi, Detik Finance)