GeeGitMEDIA
TNI AL dan US Navy Gelar Penyeldaman Historis USS Houston di Selat Sunda
geopolitik

TNI AL dan US Navy Gelar Penyeldaman Historis USS Houston di Selat Sunda

05 Nov 2026 • 23:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Pada Kamis, 5 November 2026, TNI Angkatan Laut bersama Angkatan Laut Amerika Serikat melaksanakan penyelaman bersejarah ke bangkai kapal perang USS Houston yang terdampar di dasar Selat Sunda, tepatnya di utara Pulau Panjang, Banten, sebagai upaya memperkuat hubungan militer dan diplomasi sejarah kedua negara.

Tanggal KegiatanKamis, 5 November 2026
LokasiSelat Sunda, utara Pulau Panjang, Banten
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan Sindonews Nasional, kegiatan penyelaman ini dipimpin oleh perwira TNI AL dan dilaksanakan oleh tim penyelam gabungan yang menggunakan kapal selam dan peralatan sonar modern untuk menelusuri sisa-sisa USS Houston, yang tenggelam pada Perang Dunia II. Antara Berita Terkini & Bencana menekankan bahwa acara tersebut merupakan simbol penguatan kerja sama militer serta penghormatan terhadap sejarah bersama, menambahkan bahwa kedua angkatan laut berkomitmen meningkatkan interoperabilitas di wilayah Indo‑Pasifik. Meskipun dua media utama menyoroti aspek diplomatik dan teknis, dua laporan lainnya – CNN Indonesia Internasional dan Kontan Investasi & Makro – tidak membahas penyelaman, melainkan fokus pada dinamika politik Rusia dan pergerakan harga minyak pasca‑pemilu AS. Tidak ada data telemetri resmi yang tersedia untuk mengonfirmasi kedalaman atau kondisi situs, sehingga laporan media menjadi satu‑satunya sumber faktual yang dapat diverifikasi pada saat ini.

Dampak bagi pembaca

Penyelaman historis ini memperkuat ikatan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, menambah kepercayaan dalam kerjasama keamanan maritim di kawasan yang rawan sengketa. Selain menumbuhkan rasa kebanggaan nasional, kegiatan tersebut membuka peluang penelitian arkeologi kelautan dan edukasi publik melalui pameran atau dokumentasi digital, yang dapat meningkatkan minat wisata sejarah di Selat Sunda. Pemerintah diharapkan terus mendukung inisiatif serupa sebagai bagian dari kebijakan luar negeri yang menitikberatkan pada diplomasi sejarah.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Sindonews Nasional, Antara Berita Terkini & Bencana, CNN Indonesia Internasional)