Masjid Bimantara Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang Kontak
Pada Jumat, 11 September 2026, jemaah Salat Jumat di Masjid Bimantara, Kompleks MNC Tower, Jakarta Pusat, mengadakan doa bersama demi keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal (ABK) yang hingga kini belum dapat dihubungi setelah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Doa tersebut diprakarsai oleh tokoh agama setempat setelah laporan Sindonews mengonfirmasi hilangnya kontak, sementara Kemenkes melalui Antara dan Detik mengingatkan masyarakat tentang bahaya kualitas udara pasca‑erupsi.
Sindonews Nasional menuliskan bahwa jemaah Masjid Bimantara secara serempak memanjatkan doa pada salat Jumat, menyoroti kepedulian terhadap lima jurnalis dan tiga ABK yang terlibat dalam peliputan erupsi Anak Krakatau. Antara Berita Terkini & Bencana, di sisi lain, menekankan langkah Kemenkes yang memperkuat pemantauan kualitas udara setelah letusan, meski tidak menyebutkan secara spesifik peristiwa doa. Detik Health menambahkan bahwa Wakil Menteri Kesehatan Dante mengimbau warga tetap memakai masker karena kualitas udara masih berada pada level berbahaya, menegaskan konteks kesehatan publik di tengah aktivitas luar ruangan. CNN Indonesia Teknologi mengingatkan kembali peristiwa tsunami 2018 yang dipicu oleh erupsi Anak Krakatau, menyoroti pentingnya mitigasi dan pemantauan maritim untuk mencegah ancaman longsoran atau tsunami di masa mendatang. Meskipun data oseanografi resmi yang tersedia mencakup Selat Bali dengan gelombang rendah, tidak ada telemetri yang secara langsung mencerminkan kondisi Selat Sunda pada hari kejadian, sehingga tidak dapat dijadikan konfirmasi bagi peristiwa ini.
Dampak bagi pembaca
Kehilangan kontak jurnalis dan ABK menimbulkan kekhawatiran di kalangan media dan industri pelayaran, memicu permintaan akan protokol keselamatan yang lebih ketat saat meliput bencana vulkanik. Peringatan kualitas udara yang berbahaya memperparah risiko kesehatan bagi tim lapangan dan masyarakat umum, menegaskan pentingnya penggunaan masker dan pemantauan real‑time oleh Kemenkes. Secara lebih luas, peristiwa ini mengingatkan pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan koordinasi antara BMKG, Syahbandar, dan otoritas maritim guna menyediakan informasi laut yang akurat di zona rawan seperti Selat Sunda.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Sindonews Nasional, Detik Health)