GeeGitMEDIA
Dewan Pers Gelar Doa Bersama dan Nobatkan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau sebagai Pahlawan Pers
bencana

Dewan Pers Gelar Doa Bersama dan Nobatkan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau sebagai Pahlawan Pers

21 Sep 2026 • 17:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Dewan Pers menggelar doa bersama dan aksi solidaritas pada Senin, 21 September 2026, untuk mengenang serta mendoakan keselamatan lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Jumlah Jurnalis Hilang5 Orang
Lokasi PeristiwaPerairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda
Waktu Pelaksanaan Doa BersamaSenin, 21 September 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan liputan Sindonews Nasional, kegiatan doa bersama ini diinisiasi sebagai bentuk dukungan moril dan aksi solidaritas bagi kelima awak media yang belum ditemukan saat meliput aktivitas vulkanik di kawasan tersebut. Sementara itu, CNN Indonesia Nasional & Politik melaporkan bahwa pihak Dewan Pers secara resmi menyebut kelima jurnalis yang hilang tersebut sebagai pahlawan pers atas dedikasi dan keberanian mereka dalam menyampaikan informasi di tengah ancaman bahaya letusan gunung berapi. Di sisi lain, ulasan akademis dari The Conversation Indonesia menyoroti konteks kehidupan sosial di sekitar kawasan rawan bencana tersebut. Liputan riset itu mengungkapkan bahwa bagi warga di Pulau Sebesi, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dipandang sebagai ancaman bahaya murni, melainkan telah menjadi bagian dari ruang hidup yang diiringi oleh memori bencana serta budaya kesiagaan berbasis kearifan lokal.

Dampak bagi pembaca

Peristiwa hilangnya lima jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau memberikan pukulan berat bagi dunia pers nasional serta keluarga korban. Insiden ini menggarisbawahi tingginya risiko keselamatan kerja bagi awak media yang meliput zona bencana alam. Langkah mitigasi ke depan menuntut peningkatan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, koordinasi ketat dengan pos pantau dan otoritas maritim, serta pembekalan mitigasi risiko bencana yang lebih memadai bagi setiap jurnalis di lapangan.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNN Indonesia Nasional & Politik, Sindonews Nasional, The Conversation Indonesia (Riset & Akademisi))