GeeGitMEDIA
IHSG Terkapar di Zona Merah pada Kamis Pagi, Asing Catat Net Sell
finansial

IHSG Terkapar di Zona Merah pada Kamis Pagi, Asing Catat Net Sell

15 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari Kamis, 15 Oktober 2026, dengan tren negatif dan bergerak melemah semakin jauh dari level psikologis 5.900 hingga 6.000 akibat tekanan jual di pasar finansial.

IHSG Pembukaan5.917,13 (-0,44%)
Net Sell Asing Sesi IRp 182,9 Miliar
Saham Melemah374 Saham
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media ekonomi, pergerakan bursa saham nasional pada awal sesi mengalami tekanan yang signifikan. Berita dari Sindonews Ekonomi & Bisnis serta CNBC Indonesia Market mencatat bahwa IHSG pada Kamis pagi, 15 Oktober 2026, dibuka melemah 0,44% ke level 5.917,13. Sementara itu, liputan Detik Finance melaporkan posisi indeks berada lebih rendah di level 5.887,81 dengan mayoritas saham mengalami penurunan serta total volume perdagangan mencapai Rp 1.495 triliun. Tekanan di lantai bursa terus berlanjut hingga memasuki sesi siang perdagangan. Kontan Investasi & Makro mengonfirmasi bahwa IHSG kembali bergerak di zona merah sepanjang sesi pagi. Kondisi ini diperparah oleh aksi jual investor asing. Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi, tercatat aksi jual bersih atau net sell asing mencapai Rp 182,9 miliar pada sesi pertama, dengan sasaran penjualan meliputi saham-saham seperti TLKM, GOTO, dan ADRO. Secara keseluruhan, Sindonews mencatat ada sebanyak 374 saham yang bergerak melemah di awal perdagangan.

Dampak bagi pembaca

Pelemahan IHSG yang berlanjut dan aksi net sell oleh investor asing memberikan sentimen negatif bagi pasar modal domestik serta mengindikasikan tingginya kehati-hatian pelaku pasar. Bagi investor ritel dan institusi, kondisi ini menuntut strategi manajemen risiko yang ketat, diversifikasi portofolio yang matang, serta pemantauan saksama terhadap indikator makroekonomi global maupun domestik sebelum mengambil keputusan transaksi lanjutan.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Katadata Riset & Ekonomi, Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis)