GeeGitMEDIA
IHSG Anjlok 3,49 Persen ke 5.098 di Tengah Peringatan Keras Hashim soal Saham Gorengan
finansial

IHSG Anjlok 3,49 Persen ke 5.098 di Tengah Peringatan Keras Hashim soal Saham Gorengan

29 Okt 2026 • 19:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang masif dan ditutup merosot 3,49 persen atau anjlok 184,25 poin ke level 5.098,05 pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, sementara Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mengeluarkan peringatan keras kepada para pengusaha agar menghentikan praktik manipulasi pasar.

Penurunan IHSG3,49%
Poin Penurunan IHSG184,25 poin
Level Penutupan IHSG5.098,05
Jumlah Saham Memerah624 saham
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan dari berbagai media ekonomi terkemuka, kejatuhan pasar modal ini diwarnai oleh dominasi zona merah di lantai bursa. Liputan CNN Indonesia Ekonomi mencatat ada sebanyak 624 saham yang memerah pada akhir sesi perdagangan sore hari tersebut. Sementara itu, Kontan Investasi & Makro merinci bahwa pelemahan tajam ini menyeret sejumlah emiten seperti WIFI, BRPT, dan INDY menjadi jajaran saham dengan penurunan terbesar (top losers) di kelompok indeks LQ45. Di sisi lain, liputan dari Katadata Riset & Ekonomi dan Detik Finance menyoroti langkah tegas Hashim Djojohadikusumo yang meminta para pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk segera menghentikan praktik memanipulasi pergerakan harga saham atau yang populer disebut sebagai saham gorengan. Dalam pemberitaan CNBC Indonesia Market, Hashim juga memberikan peringatan tambahan mengenai potensi penurunan kelas (downgrade) bursa Indonesia oleh lembaga pemeringkat global MSCI, yang dinilai dapat memicu kekeringan aliran dana asing serta menggerus kepercayaan investor global.

Dampak bagi pembaca

Anjloknya IHSG secara signifikan dan maraknya sentimen negatif terkait manipulasi pasar berdampak langsung pada terkikisnya nilai portofolio investor ritel maupun institusional di pasar domestik. Potensi penurunan kelas oleh MSCI juga mengancam stabilitas makroekonomi jika aliran modal asing benar-benar keluar dari pasar finansial Indonesia. Sebagai langkah mitigasi, otoritas pasar modal bersama pelaku industri perlu memperketat pengawasan transaksi mencurigakan, meningkatkan transparansi emiten, serta mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) demi memulihkan kepercayaan investor.

Buka sumber asal: Kompilasi 6 Media (Katadata Riset & Ekonomi, CNBC Indonesia Market, CNN Indonesia Ekonomi)