GeeGitMEDIA
Gempa M4,9 Guncang Laut 40 km Barat Bengkulu Selatan, Kedalaman 21 km
bencana

Gempa M4,9 Guncang Laut 40 km Barat Bengkulu Selatan, Kedalaman 21 km

05 Sep 2026 • 19:45 WIB · Groq LPU (gpt-oss-120b)

Pada 5 September 2026 pukul 17:59:15 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitude 4,9 dengan kedalaman 21 km yang berpusat di laut 40 km barat Bengkulu Selatan. Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III di Kota Bengkulu dan Enggano, serta II di Bengkulu Selatan, Kepahiang, dan Curup. BMKG mengeluarkan pernyataan resmi bahwa potensi tsunami akan dipantau lebih lanjut dan masyarakat diminta tetap waspada.

Magnitudo4.9
Kedalaman21 km
LokasiLaut 40 km Barat Bengkulu Selatan
Waktu Kejadian05 Sep 2026 • 17:59:15 WIB
Status Peringatan TsunamiRilis Resmi BMKG: Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Dampak DirasakanIII Kota Bengkulu, III Enggano, II Bengkulu Selatan, II Kepahiang, II Curup
Redaksi AIGroq LPU (gpt-oss-120b)

Data telemetri menunjukkan bahwa gempa terjadi pada kedalaman menengah (21 km) yang biasanya menghasilkan gelombang seismik yang dapat dirasakan di wilayah daratan terdekat. Intensitas III yang tercatat di Kota Bengkulu dan Enggano menandakan getaran terasa kuat namun belum menimbulkan kerusakan struktural signifikan. Intensitas II di daerah Bengkulu Selatan, Kepahiang, dan Curup mengindikasikan getaran ringan yang dapat dirasakan oleh sebagian orang. BMKG, sebagai otoritas pengamatan nasional, menegaskan bahwa gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik alami di zona subduksi Sumatra, tanpa indikasi anomali khusus. Sebagai perbandingan, gempa dengan magnitudo di bawah 5 pada kedalaman serupa biasanya tidak menimbulkan dampak luas, namun tetap menjadi perhatian karena potensi aftershocks. BMKG terus memantau aktivitas seismik pasca‑gempa dan akan memperbaharui status peringatan tsunami bila diperlukan. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi BMKG dan aplikasi peringatan dini nasional.

Dampak bagi pembaca

Masyarakat di wilayah yang merasakan gempa disarankan untuk mengikuti arahan resmi BMKG serta petugas Syahbandar terkait keselamatan maritim. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko informasi dan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi kemungkinan aftershocks atau dampak lanjutan. Warga diharapkan tetap memperhatikan update peringatan tsunami melalui kanal resmi BMKG, media lokal, dan aplikasi peringatan bencana. Langkah mitigasi meliputi pemeriksaan kondisi bangunan, persiapan kit darurat, dan evakuasi ke titik kumpul jika ada perintah resmi.

Buka sumber asal: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)