Haji Isam Borong 10 Miliar Saham PT Bayan Resources (BYAN) Milik Low Tuck Kwong
Pada Kamis, 17 September 2026, dunia bisnis Indonesia digemparkan oleh aksi korporasi besar di mana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama resmi mencaplok 10 miliar lembar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Berdasarkan laporan dari berbagai media independen, transaksi jumbo ini melibatkan pengalihan saham dari konglomerat batu bara Low Tuck Kwong kepada entitas bisnis milik Haji Isam. Liputan CNBC Indonesia Market mengungkapkan bahwa PT Bayan Resources telah melaporkan pengalihan 10 miliar saham tersebut ke PT Jhonlin Baratama. Hal ini diperkuat oleh laporan Kontan Industri & Pangan yang mencatat bahwa Low Tuck Kwong bersama Elaine Low telah men teken perjanjian jual beli saham kepada perusahaan milik Haji Isam, menjadikan PT Jhonlin Baratama sebagai calon pembeli resmi. Sementara itu, CNN Indonesia Ekonomi menyoroti bahwa proses pencaplokan 10 miliar lembar saham ini masih bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat tertentu. Dari sudut pandang finansial, Kontan Investasi & Makro menganalisis bahwa nilai saham BYAN mencapai Rp 115,25 triliun jika dihitung berdasarkan harga pasar, sedangkan asumsi nilai akuisisi dengan estimasi US$ 3 miliar setara dengan Rp 52,5 triliun.
Dampak bagi pembaca
Aksi korporasi ini berdampak signifikan terhadap peta kekuatan industri energi nasional, khususnya sektor pertambangan batu bara di Indonesia. Konsolidasi kepemilikan saham antara dua tokoh besar ini berpotensi mengubah dinamika pasar modal dan struktur kepemilikan emiten energi utama. Pelaku pasar dan investor diimbau untuk terus memantau keterbukaan informasi resmi terkait pemenuhan syarat transaksi serta pergerakan harga saham BYAN di Bursa Efek Indonesia guna mengantisipasi volatilitas pasar.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (CNN Indonesia Ekonomi, CNBC Indonesia Market, Kontan Investasi & Makro)