Komisi VIII DPR Dorong Sinergi Atasi Karhutla Sumsel, BPBD Sebar 2,4 Ton Dry Ice
Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, menyerukan penguatan koordinasi lintas sektor untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatera Selatan. Bersamaan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai dry ice sebanyak 2,4 ton pada 15‑16 Oktober 2026. Upaya ini bertujuan mereduksi kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi, sementara tekanan internasional muncul setelah Singapura mengeluarkan peringatan kepada tujuh perusahaan Indonesia yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi, M. Husni menekankan bahwa api karhutla biasanya baru mereda ketika musim hujan tiba, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, serta sektor swasta untuk mempercepat penanggulangan. Ia mengajak kementerian terkait, aparat keamanan, dan perusahaan perkebunan agar berbagi data, sumber daya, dan strategi mitigasi secara terintegrasi. Sementara itu, Sindonews Nasional dan Antara Berita Terkini & Bencana mencatat bahwa BNPB melakukan OMC dengan menyemai dry ice (es karbon dioksida padat) selama dua hari berturut‑turut, 15‑16 Oktober 2026. BPBD Sumsel melaporkan bahwa total dry ice yang disebarkan mencapai 2,4 ton, dengan harapan partikel es tersebut dapat menurunkan suhu udara dan mempercepat pengendapan partikel asap. Operasi ini dilaksanakan di wilayah yang paling terdampak kabut asap, terutama di sekitar Palembang dan sekitarnya. Di sisi lain, CNN Indonesia Internasional menyoroti reaksi internasional: Singapura mengirimkan peringatan resmi kepada tujuh perusahaan Indonesia yang dianggap paling berkontribusi pada kebakaran hutan dan kabut asap. Peringatan tersebut menambah tekanan pada pelaku industri untuk meningkatkan praktik pencegahan kebakaran dan memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan.
Dampak bagi pembaca
Sinergi lintas sektor yang didorong oleh anggota DPR dapat mempercepat penanggulangan karhutla, mengurangi paparan asap berbahaya bagi jutaan warga, serta memulihkan aktivitas ekonomi yang terhambat, terutama sektor pariwisata dan transportasi. Penyemaian dry ice menjadi langkah teknis sementara yang memberi ruang bagi koordinasi lebih luas, termasuk penegakan hukum terhadap perusahaan yang terlibat. Tekanan dari Singapura menegaskan pentingnya akuntabilitas korporasi, yang dapat mendorong penerapan standar pengelolaan lahan yang lebih ketat. Ke depan, rekomendasi meliputi pembentukan pusat data terpadu kebakaran, peningkatan kapasitas pemadam di daerah rawan, serta program edukasi masyarakat tentang pencegahan kebakaran.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Sindonews Nasional, Katadata Riset & Ekonomi)