IHSG Berbalik Turun 0,32% pada Sesi I, Asing Catat 'Net Sell' Rp 578 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan perdagangan dengan tren negatif setelah mencatatkan pelemahan 0,32% ke level 5.355 pada penutupan sesi pertama, Selasa, 27 Oktober 2026, di tengah tekanan aksi jual bersih investor asing.
Berdasarkan himpunan data dari berbagai sumber media finansial, pergerakan bursa saham nasional mengalami koreksi sejak pembukaan pagi hari. Liputan Sindonews Ekonomi & Bisnis mencatat IHSG sempat dibuka melemah tipis 0,28% ke level 5.357 pada pukul 09.39 WIB, dengan rincian 300 saham berada di zona hijau, 147 saham melemah, dan 516 saham stagnan. Sementara itu, laporan dari Kontan Investasi & Makro dan Katadata Riset & Ekonomi mengonfirmasi bahwa hingga akhir sesi pertama pukul 12.20 hingga 12.42 WIB, IHSG terkoreksi 0,32% atau setara 17,45 poin ke level 5.355,645. Tekanan pasar kian terasa akibat aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 578,3 miliar, dengan fokus pelepasan pada saham berkapitalisasi besar seperti BMRI dan BBRI, serta jajaran saham 'top losers' yang dihuni oleh emiten seperti WIFI, SCMA, dan BRPT. Di sisi lain, dinamika perdagangan sempat menunjukkan fluktuasi tajam pada sesi lanjutan. Berdasarkan laporan terkini dari CNBC Indonesia Market pada pukul 14.35 WIB, tekanan jual semakin mendalam hingga mencapai 2% ke level 5.265,50 di sesi II akibat kombinasi sentimen domestik dan global, yang direspons Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan langkah persiapan kebijakan baru.
Dampak bagi pembaca
Pelemahan tajam IHSG dan aksi jual bersih investor asing memberikan sinyal kehati-hatiannya bagi para pelaku pasar domestik dalam mengelola portofolio investasi di tengah ketidakpastian global. Investor disarankan untuk melakukan diversifikasi aset dan mencermati fundamental emiten secara ketat guna memitigasi risiko volatilitas lanjutan, sementara otoritas bursa diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (CNBC Indonesia Market, Katadata Riset & Ekonomi, Kontan Investasi & Makro)