GeeGitMEDIA
Harga Emas Spot Melonjak 1,2 Persen di Tengah Sinyal Pengetatan Suku Bunga The Fed
finansial

Harga Emas Spot Melonjak 1,2 Persen di Tengah Sinyal Pengetatan Suku Bunga The Fed

17 Sep 2026 • 17:20 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pada Kamis, 17 September 2026, pasar keuangan global dan domestik diwarnai pergerakan dinamis menyusul sinyal kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Berdasarkan himpunan data dari berbagai sumber media, lonjakan harga emas dunia terjadi seiring dengan pelemahan rupiah dan pergerakan harga emas batangan domestik.

Harga Emas SpotUS$4.314,64 per ons troi
Kenaikan Emas Spot1,2%
Kenaikan Emas AntamRp5.000
Nilai Tukar Rupiah (CNBC)Rp17.735/US$
Telemetri USD/IDRRp17.670,25 (-0,15%)
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro pada Kamis, 17 September 2026, pukul 14.43 WIB, harga emas spot tercatat melonjak sebesar 1,2% ke level US$4.314,64 per ons troi. Kenaikan ini didorong oleh respons investor yang mencerna sinyal pengetatan lanjutan dari The Fed. Sementara itu, di pasar domestik, Sindonews Ekonomi & Bisnis melaporkan pada pukul 11.43 WIB bahwa harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penguatan tipis sebesar Rp5.000 pada perdagangan hari yang sama. Di sisi lain, sektor moneter turut terdampak. Liputan CNBC Indonesia Market pukul 15.15 WIB mencatat nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.735 per dolar AS. Sebagai perbandingan konfirmasi, data telemetri resmi pasar keuangan mencatat nilai tukar pasangan USD/IDR berada di level Rp17.670,25 dengan koreksi perubahan sebesar -0,15%. Perbedaan tipis ini merefleksikan volatilitas nilai tukar yang terus dipantau otoritas pasar sepanjang sesi perdagangan.

Dampak bagi pembaca

Lonjakan harga emas dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah memberikan implikasi langsung bagi para pelaku pasar dan konsumen domestik. Bagi investor, instrumen logam mulia tetap menjadi pilihan lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pergerakan pasar secara berkala dan memperhitungkan risiko nilai tukar serta fluktuasi harga komoditas sebelum mengambil keputusan finansial.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNBC Indonesia Market, Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis)