GeeGitMEDIA
IHSG Rawan Terkoreksi Jelang Akhir Pekan, Sejumlah Saham Pilihan Tetap Dilirik
finansial

IHSG Rawan Terkoreksi Jelang Akhir Pekan, Sejumlah Saham Pilihan Tetap Dilirik

25 Sep 2026 • 09:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, dihadapkan pada proyeksi pelemahan dan tren koreksi jangka pendek. Berdasarkan himpunan data dari berbagai kanal media ekonomi terkemuka, pergerakan pasar modal menjelang akhir pekan ini masih menunjukkan sinyal loyo, meski di sisi lain aksi korporasi emiten tertentu tetap mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Volume Pembelian Saham ASLI62,5 juta saham
Nilai Transaksi PengendaliRp20,31 miliar
Kenaikan Harga Saham ASLI17%
Kepemilikan Akhir Pengendali52%
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi pada Jumat, 25 September 2026, pukul 06.45 WIB, IHSG diprediksi turun pada perdagangan akhir pekan ini. Analis merekomendasikan sejumlah saham unggulan seperti MDKA, BRMS, hingga CBDK untuk dicermati para pelaku pasar di tengah bayang-bayang koreksi tersebut. Sentimen serupa juga dikuatkan oleh liputan CNN Indonesia Ekonomi pada pukul 06.10 WIB di hari yang sama, yang memperkirakan bahwa IHSG masih akan bergerak melemah dalam jangka pendek sebelum nantinya mencoba melanjutkan tren penguatan kembali. Di tengah proyeksi koreksi indeks secara keseluruhan, dinamika di level emiten menunjukkan pergerakan yang variatif. Berdasarkan pantauan Kontan Investasi & Makro yang dirilis pada pukul 05.48 WIB, pasar diwarnai oleh aksi korporasi di mana pengendali PT Wahana Konstruksi Mandiri tercatat membeli sebanyak 62,5 juta saham ASLI dengan nilai total mencapai Rp20,31 miliar. Transaksi berskala besar ini mendongkrak tingkat kepemilikan pengendali hingga menjadi 52%, yang kemudian turut mendorong harga saham emiten tersebut melonjak secara berkelanjutan hingga 17%.

Dampak bagi pembaca

Kondisi pasar yang rawan terkoreksi menuntut para investor dan pelaku pasar modal untuk lebih cermat dalam mengelola portofolio investasi jangka pendek. Fluktuasi indeks menuntut strategi mitigasi risiko yang ketat, termasuk melakukan diversifikasi ke saham-saham pilihan yang memiliki fundamental kuat atau mencermati aksi korporasi emiten yang mendapat sokongan langsung dari pemegang saham pengendali guna mengamankan potensi imbal hasil.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Katadata Riset & Ekonomi, CNN Indonesia Ekonomi, Kontan Investasi & Makro)