GeeGitMEDIA
Kabut Asap Karhutla Picu Gangguan Transportasi Udara dan Jarak Pandang di Berbagai Wilayah
bencana

Kabut Asap Karhutla Picu Gangguan Transportasi Udara dan Jarak Pandang di Berbagai Wilayah

13 Okt 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap pekat terus meluas dan mengganggu aktivitas publik, mulai dari tertundanya operasional penerbangan komersial rute Jakarta–Singkawang hingga memburuknya jarak pandang di Palembang pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Durasi Kabut Asap di PalembangLebih dari dua bulan
Waktu Rilis LaporanSelasa, 13 Oktober 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Kontan Industri & Pangan pada Selasa, 13 Oktober 2026, 10.56 WIB, maskapai TransNusa hingga kini belum kembali mengoperasikan rute penerbangan dari Jakarta menuju Singkawang, Kalimantan Barat. Penundaan operasional tersebut terpaksa dilakukan akibat kendala jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan akibat pekatnya kabut asap di wilayah tujuan. Sementara itu, liputan CNN Indonesia Nasional & Politik pada hari yang sama pukul 10.01 WIB menyoroti situasi di Palembang. Laporan tersebut menyatakan bahwa kota tersebut telah diselimuti kabut asap tebal akibat karhutla selama lebih dari dua bulan, dengan kondisi yang kini semakin memburuk hingga membuat Jembatan Ampera nyaris tidak terlihat oleh warga yang melintas.

Dampak bagi pembaca

Pekatnya kabut asap memberikan dampak langsung terhadap sektor transportasi, keselamatan publik, serta kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Tertundanya rute penerbangan komersial berisiko menghambat konektivitas ekonomi daerah, sementara jarak pandang yang buruk meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas darat dan gangguan pernapasan akut bagi warga. Otoritas terkait dan masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mematuhi arahan keselamatan dari instansi berwenang.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Industri & Pangan, CNN Indonesia Nasional & Politik)