GeeGitMEDIA
Gibran Siap Buka Dokumen Ijazah, Denny Indrayana Sindir MK dan Tuntut Mundur
politik

Gibran Siap Buka Dokumen Ijazah, Denny Indrayana Sindir MK dan Tuntut Mundur

30 Okt 2026 • 21:10 WIB · Redaktur Desk Politik

Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026 – Wapres muda Gibran Rakabuming menegaskan kesiapannya membuka dokumen pendidikan lengkap, termasuk ijazah asli, setelah serangkaian gugatan terkait legalitas ijazahnya memuncak. Sementara itu, pakar politik Denny Indrayana menyindir Gibran yang hanya mengandalkan Mahkamah Konstitusi (MK) tanpa hadir secara langsung, menanyakan kapan ia akan mundur dari perdebatan. Pernyataan Gibran muncul bersamaan dengan penolakan MK dan pernyataan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan tidak sah, menambah ketegangan politik nasional.

Jumlah Gugatan3
Redaksi BertugasRedaktur Desk Politik

Berdasarkan laporan CNN Indonesia, tiga gugatan telah diajukan terkait ijazah Gibran. Mahkamah Konstitusi menolak permohonan Gibran, sementara Mahkamah Agung menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan yang dimiliki tidak sah. CNN menekankan bahwa proses hukum masih berjalan dan menunggu keputusan akhir dari pengadilan. Sindonews menyoroti sikap Gibran yang menyatakan niatnya akan hadir membawa ijazah asli, namun batal karena “kubu Mercy Sihombing” menghalangi. Denny Indrayana menanggapi dengan nada santai, menyindir bahwa Gibran hanya mengandalkan MK tanpa hadir secara fisik, serta menanyakan kapan ia akan mundur dari perdebatan. Sindonews juga mencatat bahwa Gibran telah mencabut gugatan terkait surat keterangan penyetaraan ijazah SMA di PTUN Jakarta, menandakan perubahan strategi hukum.

Dampak bagi pembaca

Kontroversi ini menambah tekanan politik pada Gibran, yang kini harus mempertahankan legitimasi akademiknya di tengah sorotan publik. Kritik Denny Indrayana dapat memperkuat opini publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memicu perdebatan tentang peran lembaga peradilan dalam politik. Jika isu ini berlanjut, dapat memengaruhi citra koalisi pemerintah dan menimbulkan dinamika baru dalam pemilihan legislatif mendatang.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNN Indonesia Nasional & Politik, Sindonews Nasional)