GeeGitMEDIA
Emiten SINI Lepas Seluruh Saham Interkayu Nusantara Demi Perkuat Strategi
finansial

Emiten SINI Lepas Seluruh Saham Interkayu Nusantara Demi Perkuat Strategi

16 Sep 2026 • 11:00 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pada Rabu, 16 September 2026 pukul 07.40 WIB, berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi melakukan divestasi dengan melepas seluruh kepemilikan saham pada lini usaha kayu PT Interkayu Nusantara (IKN) dan mengantongi dana segar sebesar Rp31 miliar untuk rencana bisnis lanjutan.

Nilai Divestasi SINIRp31 Miliar
Saham MAYA Dilepas523,35 Juta Lembar
Sisa Kepemilikan MAYA3,89%
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Aksi korporasi di pasar modal Indonesia kembali mencuat pada pertengahan September 2026. Berdasarkan liputan Katadata Riset & Ekonomi, emiten berkode saham SINI, yakni PT Singaraja Putra Tbk, mengambil langkah strategis dengan mendivestasikan seluruh sahamnya di PT Interkayu Nusantara (IKN). Dari aksi korporasi pelepasan lini kayu tersebut, perusahaan berhasil mengantongi dana sekitar Rp31 miliar. Sementara itu, dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, dinamika pasar juga diwarnai oleh laporan CNBC Indonesia Market pada Rabu, 16 September 2026 pukul 09.25 WIB, yang mencatat aksi divestasi lain di sektor perbankan. Jonathan Tahir, putra bos Mayapada, dilaporkan melepas 523,35 juta saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) di harga Rp10 per saham, yang sekaligus mengurangi porsi kepemilikannya menjadi 3,89% guna keperluan penyelesaian utang.

Dampak bagi pembaca

Divestasi yang dilakukan oleh PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memberikan tambahan likuiditas senilai Rp31 miliar yang dapat dialokasikan ulang untuk restrukturisasi portofolio atau ekspansi bisnis yang lebih menguntungkan. Bagi para investor dan pelaku pasar, langkah ini menuntut kejelian dalam membaca arah penggunaan dana hasil penjualan aset tersebut guna memastikan pertumbuhan jangka panjang emiten yang bersangkutan.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNBC Indonesia Market, Katadata Riset & Ekonomi)