GeeGitMEDIA
Putin Usulkan Pertemuan Puncak dengan Trump dan Xi Jinping Terkait Ukraina Tanpa Zelensky
geopolitik

Putin Usulkan Pertemuan Puncak dengan Trump dan Xi Jinping Terkait Ukraina Tanpa Zelensky

20 Okt 2026 • 07:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan mengusulkan pelaksanaan pertemuan puncak trilateral bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping guna membahas kelanjutan konflik di Ukraina, dengan catatan menolak melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Fokus PembahasanPerang Ukraina
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan CNN Indonesia Internasional pada Selasa, 20 Oktober 2026, rencana pertemuan ini dirancang untuk mendiskusikan peta jalan penyelesaian perang secara eksklusif di antara para pemimpin kekuatan besar dunia tersebut. Sikap Moskow yang enggan melibatkan pihak Kyiv dalam meja perundingan awal ini mencerminkan dinamika diplomatik yang terus bergeser di panggung internasional, terutama dengan kembalinya Donald Trump ke kancah kepemimpinan global. Di sisi lain, liputan terpisah dari Al Jazeera World Affairs pada hari yang sama menyoroti pernyataan kontroversial Donald Trump terkait isu imigrasi di Eropa. Dalam laporan tersebut, Trump menuding para imigran sebagai pemicu kerusuhan di Prancis dan melontarkan klaim bahwa ibu kota Prancis, Paris, akan segera menjadi kota Muslim. Kendati kedua isu ini melibatkan figur yang sama yaitu Donald Trump, fokus geopolitik global saat ini tetap tertuju pada manuver diplomatik terkait perang Ukraina. Langkah Moskow untuk merangkul Washington dan Beijing dalam forum eksklusif tanpa kehadiran perwakilan Ukraina memicu perdebatan luas di kalangan pengamat hubungan internasional. Pendekatan semacam ini dikhawatirkan dapat mengabaikan kedaulatan serta kepentingan langsung Kyiv dalam proses negosiasi perdamaian masa depan.

Dampak bagi pembaca

Wacana pertemuan puncak tanpa kehadiran pihak Ukraina berpotensi memperkeruh situasi diplomasi global dan melemahkan posisi tawar Kyiv dalam mengakhiri konflik bersenjata. Bagi masyarakat internasional dan pasar keuangan global, ketidakpastian jalur damai ini tetap menjadi faktor risiko utama terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi kawasan Eropa.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNN Indonesia Internasional, Al Jazeera World Affairs)