GeeGitMEDIA
Kabut Asap Karhutla di Indonesia Dampak Kesehatan, Penerbangan, dan Penanggulangan
bencana

Kabut Asap Karhutla di Indonesia Dampak Kesehatan, Penerbangan, dan Penanggulangan

19 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melanda wilayah Kalimantan Tengah dan DKI Jakarta sejak pertengahan Agustus 2026. Pada Senin, 19 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Nasional memperpanjang status tanggap darurat hingga 9 November 2026. Sementara itu, Institut Dermatologi Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan risiko pernapasan pada anak, dan lebih dari 2.400 penerbangan domestik terdampak. Pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, serta akademisi memberikan pernyataan masing‑masing terkait penanganan kebakaran.

Penerbangan terdampak2.458 penerbangan
Luas area terbakar1.448 hektare
Perpanjangan status darurathingga 9 November 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Detik Health, IDAI menekankan bahwa partikel halus dalam kabut asap dapat memperburuk kondisi paru‑paru anak yang masih berkembang, sehingga orang tua disarankan menggunakan masker N95 dan mengurangi aktivitas luar ruangan. CNN Indonesia menyoroti visual kabut yang masih menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta perpanjangan status tanggap darurat hingga 9 November 2026, menandakan kebakaran belum terkendali. Katadata mencatat 2.458 penerbangan domestik terpengaruh sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026, menimbulkan penundaan dan pembatalan yang mengganggu mobilitas penumpang. Antara melaporkan imbauan pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar warga tetap waspada tanpa panik, sementara Republika melaporkan luas area terbakar mencapai 1.448 hektare di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. The Conversation menambahkan bahwa hujan deras saja tidak cukup memadamkan lahan gambut yang terbakar hingga kedalaman 10 meter, sehingga memerlukan strategi tambahan seperti pemadaman mekanis. MUI, melalui Sindonews, mendesak penegakan hukum tegas terhadap pelaku karhutla dan mengajak umat Islam melaksanakan salat istisqa sebagai bentuk doa dan kepedulian.

Dampak bagi pembaca

Paparan kabut asap meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia, yang dapat membebani fasilitas kesehatan. Penutupan atau penundaan penerbangan mengganggu ekonomi regional dan menambah beban operasional maskapai. Luasnya lahan terbakar memperparah degradasi ekosistem gambut, meningkatkan emisi karbon, serta menurunkan kualitas udara lintas batas, termasuk potensi dampak pada negara tetangga. Upaya penanggulangan yang melibatkan pemadaman intensif, penegakan hukum, dan edukasi publik menjadi kunci mitigasi jangka pendek dan pemulihan jangka panjang.

Buka sumber asal: Kompilasi 7 Media (Detik Health, CNN Indonesia Nasional & Politik, Katadata Riset & Ekonomi)