GeeGitMEDIA
IHSG Anjlok 10,76% ke 5.233 pada Sesi I Jumat, 16 Oktober 2026
finansial

IHSG Anjlok 10,76% ke 5.233 pada Sesi I Jumat, 16 Oktober 2026

16 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Jumat, 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk 10,76% atau 630,78 poin, menurun ke level 5.233 pada penutupan sesi I. Penurunan tajam dipicu pengumuman MSCI tentang klasifikasi pasar Indonesia, sekaligus menjelang pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dengan KSSK. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor tetap rasional, sementara pasar mengalami trading halt sementara. Dampak ini dirasakan oleh pelaku pasar domestik dan asing yang memantau pergerakan nilai tukar USD/IDR yang berada di 17.944,55 rupiah.

Penurunan IHSG (poin)630,78 poin
Penurunan IHSG (%)10,76%
Level IHSG setelah penurunan5.233
Kurs USD/IDR17.944,55 IDR per USD
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia Market, Menko Airlangga Hartanto dijadwalkan bertemu KSSK pada siang hari Jumat setelah MSCI membuka konsultasi klasifikasi pasar saham Indonesia, yang sekaligus memicu penurunan IHSG. Kontan Investasi & Makro menegaskan angka penurunan 10,76% ke level 5.233, dan menambahkan pernyataan BEI agar investor berpegang pada fundamental perusahaan. CNN Indonesia Ekonomi memberikan rincian teknis: IHSG turun 630,78 poin, menutup sesi I pada 5.233. Sementara itu, Detik Finance menyoroti respons BEI yang menegaskan status "Standalone Market" bukan kelas terendah di MSCI, berupaya menenangkan pasar. Katadata Riset & Ekonomi mencatat bahwa setelah trading halt dibuka kembali pukul 09.29 WIB, IHSG sempat menembus level 5.198 dengan penurunan 11,34%, menunjukkan volatilitas yang lebih ekstrem pada awal perdagangan. Sindonews Ekonomi & Bisnis melaporkan penurunan awal 8,01% (469,86 poin) ke level 5.393,92 sebelum trading halt diberlakukan. Data telemetri resmi menunjukkan kurs USD/IDR pada hari yang sama berada di 17.944,55 rupiah, naik 0,13%, menambah tekanan pada aliran modal asing yang sensitif terhadap gejolak pasar saham.

Dampak bagi pembaca

Penurunan tajam IHSG meningkatkan risiko kerugian bagi investor ritel dan institusi, serta menurunkan kepercayaan pasar terhadap prospek indeks. BEI telah menyiapkan mekanisme trading halt untuk menahan volatilitas lebih lanjut, sementara otoritas keuangan mengimbau diversifikasi portofolio dan peninjauan kembali eksposur terhadap saham-saham paling terdampak, termasuk AKRA, INDY, dan INCO yang tercatat sebagai top losers LQ45. Pergerakan nilai tukar USD/IDR yang menguat dapat memperkuat arus keluar modal, sehingga pemantauan kebijakan moneter dan langkah koordinasi antara Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS menjadi krusial untuk menstabilkan pasar.

Buka sumber asal: Kompilasi 6 Media (CNBC Indonesia Market, Kontan Investasi & Makro, CNN Indonesia Ekonomi)