GeeGitMEDIA
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.125 di Tengah Sentimen Pemilu AS
finansial

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.125 di Tengah Sentimen Pemilu AS

03 Nov 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 3 November 2026, terpantau dibuka menguat di kisaran level 5.100 hingga 5.126, seiring dinamika pasar yang dipengaruhi oleh sentimen pemilihan umum Amerika Serikat.

Level Pembukaan IHSG5.125,28
Persentase Penguatan0,56%
Volume TransaksiRp129 miliar
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan dari berbagai media finansial, pergerakan awal sesi perdagangan menunjukkan tren positif bagi pasar saham domestik. Berdasarkan liputan Detik Finance, IHSG pada awal perdagangan hari ini dibuka menguat pada level 5.100. Sementara itu, Kontan Investasi & Makro mencatat pengindeksan yang lebih spesifik di mana IHSG menguat 0,56% ke level 5.125,28 pada perdagangan pukul 09.02 WIB, Selasa (3/11/2026). Di sisi lain, CNBC Indonesia Market melaporkan penguatan tipis serupa sebesar 0,58% ke level 5.126 dengan catatan volume transaksi mencapai Rp129 miliar, serta menegaskan bahwa sentimen pasar secara global turut dipengaruhi oleh pemilu AS. Menanggapi kondisi tersebut, Katadata Riset & Ekonomi sebelumnya memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi, dengan deretan rekomendasi saham seperti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), INDY, hingga AMRT. Selain jajaran saham rekomendasi konsolidasi, laporan Kontan Investasi & Makro juga menyoroti jajaran top gainers dari kelompok indeks LQ45 yang diisi oleh saham-saham seperti GOTO, MBMA, dan AMMN pada pembukaan perdagangan pagi hari ini.

Dampak bagi pembaca

Penguatan awal IHSG memberikan angin segar bagi para pelaku pasar domestik, meskipun bayang-bayang sentimen eksternal seperti pemilu AS menuntut kehati-hatian investor dalam meracik portofolio. Langkah mitigasi yang dapat diambil pelaku pasar adalah mencermati rekomendasi saham dari analis secara selektif serta memantau volatilitas transaksi harian guna mengantisipasi potensi konsolidasi lanjutan.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Detik Finance, Kontan Investasi & Makro, CNBC Indonesia Market)