GeeGitMEDIA
Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.170 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Pasar Saham
finansial

Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.170 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Pasar Saham

29 Okt 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, ditopang sentimen global terkait keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menahan suku bunga, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami pelemahan.

Kurs USD/IDR TelemetriRp18.176,4
Perubahan USD/IDR0,21%
IHSG Pagi5.270,321
Harga Emas AntamRp2.559.000 per gram
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan sejumlah media nasional pada Kamis, 29 Oktober 2026, pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik menunjukkan dinamika yang beragam. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, sebagaimana dihimpun dari laporan Republika News, menjelaskan bahwa pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi langsung oleh langkah bank sentral AS, The Fed, yang menahan suku bunganya. Senada dengan hal tersebut, liputan Detik Finance mencatat bahwa rupiah memang bergerak menguat pada perdagangan pagi hari, meskipun masih berada di level yang cukup tinggi. Di sisi lain, pasar modal Indonesia menunjukkan tren yang berbeda. CNBC Indonesia Market melaporkan bahwa IHSG sempat melemah tajam 2,11% di sesi I yang tertekan oleh sektor infrastruktur dan material dasar. Sementara itu, Kontan Investasi & Makro merinci pelemahan IHSG ke level 5.270,321 atau turun sebesar 0,23% pada perdagangan pagi hari yang sama, dengan indeks sektor infrastruktur yang melemah paling dalam serta jajaran saham *top losers* dari kelompok LQ45 seperti ISAT, CUAN, dan ASII. Dari komoditas logam mulia, CNN Indonesia Ekonomi melaporkan harga emas batangan Antam mengalami penurunan sebesar Rp11.000 ke level Rp2.559.000 per gram, dengan harga *buyback* atau pembelian kembali turun ke posisi Rp2.354.000 per gram. Konfirmasi data telemetri resmi pasar keuangan menunjukkan pasangan mata uang USD/IDR berada di level 18.176,4 dengan mencatatkan perubahan sebesar 0,21 persen, sejalan dengan laporan pembukaan rupiah di kisaran Rp18.170 per dolar AS. Di tengah fluktuasi pasar ini, Katadata Riset & Ekonomi mencatat bahwa BRI Danareksa Sekuritas memandang IHSG masih berpeluang melakukan *technical rebound* terbatas dengan merekomendasikan sejumlah saham bagi para investor.

Dampak bagi pembaca

Dinamika pasar keuangan ini memberikan implikasi langsung bagi pelaku industri, importir, dan investor ritel di Indonesia. Tingkat kurs rupiah yang bertahan di level kisaran Rp18.170 per dolar AS menuntut para pelaku usaha, khususnya sektor impor, untuk memperketat manajemen risiko nilai tukar guna mengantisipasi volatilitas lanjutan. Sementara itu, pelemahan IHSG dan penurunan harga emas Antam menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk mencermati strategi diversifikasi portofolio secara cermat di tengah sentimen global dan domestik yang berkembang.

Buka sumber asal: Kompilasi 7 Media (Republika News, CNBC Indonesia Market, CNN Indonesia Ekonomi)