IHSG Anjlok 1,53% Sepekan dan Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp 180 Triliun
Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro yang dirilis pada Sabtu, 19 September 2026, 11.03 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 1,53% dalam sepekan ke level 6.441, yang turut menyeret penurunan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rp 180 triliun.
Pelemahan pasar modal sepanjang pekan ini tidak lepas dari tekanan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing. Liputan dari Kontan Investasi & Makro mencatat bahwa aksi net sell asing secara akumulatif sepanjang tahun 2026 telah mencapai Rp 74,36 triliun. Kondisi ini diperkuat oleh temuan terpisah dari liputan Kontan Keuangan pada Sabtu, 19 September 2026, 10.35 WIB, yang menyoroti saham-saham bank besar yang kompak melemah akibat masifnya investor asing melepaskan kepemilikan saham perbankan, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI mencatatkan nilai jual bersih terbesar. Kendati tekanan jual mendominasi sektor perbankan, liputan Kontan Keuangan juga mencatat adanya penopang likuiditas perbankan nasional yang didukung oleh penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun. Penempatan dana ini diharapkan mampu meredam volatilitas lanjutan di tengah sentimen negatif pasar yang masih membayangi aktivitas transaksi harian di BEI.
Dampak bagi pembaca
Penyusutan kapitalisasi pasar sebesar Rp 180 triliun serta koreksi tajam pada saham-saham bank besar memberikan sinyal kehati-hatian bagi investor ritel maupun institusional. Penurunan likuiditas transaksi dan tingginya aksi jual asing menuntut manajemen risiko yang ketat bagi para pelaku pasar. Di sisi lain, dukungan penempatan dana SAL Rp200 triliun diharapkan dapat menjaga stabilitas likuiditas sektor perbankan agar tidak berdampak sistemik pada perekonomian riil, sembari menunggu pemulihan sentimen positif di pasar modal.
Buka sumber asal: Kontan Investasi & Makro