GeeGitMEDIA
Polusi Udara Karhutla Bayangi Kalimantan, Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel
bencana

Polusi Udara Karhutla Bayangi Kalimantan, Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel

21 Sep 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Warga di sejumlah wilayah Kalimantan masih harus menghadapi ancaman polusi udara berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin, 21 September 2026 pagi, yang direspons pemerintah dengan mengerahkan puluhan ribu personel serta armada udara.

Jumlah Pesawat Dikerahkan64 unit
Jumlah Personel Gabungan54.394 orang
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi yang dirilis pada Senin, 21 September 2026, 08.28 WIB, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung sejumlah wilayah di Kalimantan hingga mencapai level yang membahayakan kesehatan masyarakat setempat. Di sisi lain, liputan Sindonews Nasional pada hari yang sama pukul 08.14 WIB mencatat langkah cepat pemerintah dalam merespons krisis lingkungan ini. Sebanyak 64 pesawat beserta 54.394 personel gabungan dikerahkan secara masif ke berbagai titik rawan guna melakukan penanganan dan pemadaman di lapangan. Sementara itu, laporan dari CNBC Indonesia Market pada Senin, 21 September 2026, 12.40 WIB, menyoroti dampak makro dari bencana ekologis ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa karhutla di Kalimantan turut menjadi perhatian serius terhadap perekonomian dan ekosistem, sehingga OJK bersama pihak perbankan telah melakukan uji ketahanan (stress test) guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

Dampak bagi pembaca

Ancaman polusi udara berbahaya berdampak langsung pada kesehatan pernapasan masyarakat di Kalimantan serta mengganggu aktivitas ekonomi harian. Di sisi sektor keuangan, langkah mitigasi melalui uji ketahanan perbankan oleh OJK diperlukan untuk mengantisipasi risiko sistemik akibat kerugian sektor riil dan agrikultur. Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan serta arahan mitigasi darurat dari instansi berwenang.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNBC Indonesia Market, Katadata Riset & Ekonomi, Sindonews Nasional)