GeeGitMEDIA
China Desak Israel Hentikan Pendirian Paksa Permukiman di Tepi Barat
geopolitik

China Desak Israel Hentikan Pendirian Paksa Permukiman di Tepi Barat

16 Okt 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Jumat, 16 Oktober 2026, Menteri Luar Negeri China menegaskan bahwa pertanyaan Palestina merupakan "ketidakadilan historis terbesar abad ini" dan meminta Israel menghentikan pendirian paksa permukiman di Tepi Barat, sambil menyoroti peningkatan serangan mematikan, pembongkaran, dan kekerasan di Gaza serta Tepi Barat yang dibahas dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan komentar Menteri Luar Negeri Spanyol yang menekankan pentingnya hukum internasional dalam menanggapi konflik tersebut.

Tanggal Pernyataan ChinaJumat, 16 Oktober 2026
Waktu Rilis UN NewsKamis, 15 Oktober 2026, 19.00 WIB
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan Al Jazeera World Affairs, Menteri Luar Negeri China menegaskan bahwa "pertanyaan Palestina adalah ketidakadilan historis terbesar abad ini" dan secara tegas meminta Israel menghentikan "pembangunan paksa" permukiman di wilayah Tepi Barat. Pernyataan tersebut disampaikan pada konferensi pers resmi di Beijing pada pukul 09.56 WIB, menandai peningkatan tekanan diplomatik China terhadap kebijakan pemukiman Israel yang dianggap melanggar hak rakyat Palestina. Sementara itu, UN News melaporkan bahwa Dewan Keamanan PBB menggelar debat terbuka pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, menyoroti lonjakan kematian, pembongkaran rumah, dan kekerasan di Gaza serta Tepi Barat. Delegasi PBB menekankan perlunya tindakan segera untuk melindungi warga sipil dan menegakkan resolusi internasional yang melarang pemukiman ilegal. Meskipun tidak ada data telemetri khusus, laporan tersebut memperkuat konteks meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut. Dalam perspektif tambahan, Foreign Policy Dispatch menyoroti pernyataan Menteri Luar Negeri Spanyol, Albares, yang menegaskan "kami percaya pada hukum internasional". Meskipun artikel tersebut berfokus pada kebijakan Spanyol terhadap Amerika Serikat, kutipan tersebut mencerminkan konsensus internasional yang semakin menuntut penegakan hukum internasional dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina, memberikan latar belakang diplomatik yang lebih luas bagi seruan China.

Dampak bagi pembaca

Seruan China menambah tekanan politik pada Israel, yang dapat memicu perdebatan lebih intens di forum internasional seperti PBB. Jika Israel tidak menanggapi, kemungkinan muncul resolusi baru di Dewan Keamanan atau sanksi diplomatik yang dapat memengaruhi hubungan ekonomi dan keamanan regional. Di sisi lain, dukungan pernyataan Spanyol memperkuat narasi hukum internasional, yang dapat memotivasi negara-negara lain untuk mengajukan resolusi serupa. Masyarakat Palestina diharapkan memperoleh dukungan moral yang lebih besar, sementara warga Israel mungkin menghadapi peningkatan ketegangan domestik terkait kebijakan pemukiman.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Al Jazeera World Affairs, Foreign Policy Dispatch, UN News (Perserikatan Bangsa-Bangsa))