GeeGitMEDIA
Beredar Video Hoaks Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Cek Faktanya
bencana

Beredar Video Hoaks Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Cek Faktanya

25 Sep 2026 • 17:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, sebuah disinformasi muncul di platform media sosial Threads yang mengeklaim bahwa lima jurnalis yang hilang saat melakukan peliputan telah ditemukan. Berdasarkan penelusuran fakta lintas lembaga dan pemberitaan media, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.

Waktu Rilis Laporan AntaraJumat, 25 September 2026, 16.59 WIB
Waktu Rilis Laporan CNN IndonesiaJumat, 25 September 2026, 13.51 WIB
Waktu Rilis The Conversation IndonesiaKamis, 24 September 2026, 15.35 WIB
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Antara Berita Terkini & Bencana pada Jumat, 25 September 2026, 16.59 WIB, sebuah unggahan video di Threads menampilkan rekaman dari sebuah kapal karet yang diklaim berkaitan dengan pencarian lima jurnalis hilang. Namun, klaim tersebut tidak memiliki dasar kebenaran dan merupakan bentuk disinformasi yang memanfaatkan situasi sensitif di sekitar kawasan vulkanik. Sementara itu, liputan dari CNN Indonesia Teknologi pada hari yang sama pukul 13.51 WIB menyoroti perkembangan ilmiah terkait aktivitas gunung tersebut, di mana Badan Geologi Kementerian ESDM mendeteksi kemunculan dua pulau baru di sekitar Gunung Anak Krakatau pasca-erupsi, yang memerlukan penelitian lanjutan. Di sisi lain, ulasan akademis dari The Conversation Indonesia yang dirilis pada Kamis, 24 September 2026, melaporkan analisis citra satelit yang menunjukkan perubahan dramatis pada Pulau Sertung akibat abu erupsi, mengubah kawasan hijau menjadi laboratorium alami baru untuk mempelajari pembentukan tanah.

Dampak bagi pembaca

Penyebaran hoaks di tengah situasi bencana atau aktivitas vulkanik berpotensi menimbulkan kepanikan dan kebingungan di tengah masyarakat serta keluarga korban. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar di media sosial melalui saluran resmi pemerintah dan lembaga pers kredibel, serta menghindari menyebarkan konten yang belum terbukti kebenarannya.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, CNN Indonesia Teknologi, The Conversation Indonesia (Riset & Akademisi))