GeeGitMEDIA
Rusia dan China Siapkan Proyek Pipa Gas 'Power of Baikal' 2.600 Km, Pasok 50 Miliar Kubik Gas
geopolitik

Rusia dan China Siapkan Proyek Pipa Gas 'Power of Baikal' 2.600 Km, Pasok 50 Miliar Kubik Gas

28 Okt 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Rusia dan China mengumumkan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bahwa mereka berada di tahap akhir penyelesaian kesepakatan proyek pipa gas raksasa bernama Power of Baikal. Proyek sepanjang 2.600 kilometer ini direncanakan dapat menyalurkan sekitar 50 miliar meter kubik gas per tahun, dengan target penyelesaian sebelum akhir tahun 2026. Kesepakatan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi pemerintah kedua negara, menandai langkah strategis dalam memperkuat kerjasama energi lintas‑batas di kawasan Eurasia.

Panjang Pipa2.600 km
Kapasitas Pasokan Gas50 miliar m³/tahun
Target PenyelesaianAkhir 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, pemerintah Rusia dan China secara resmi mengonfirmasi bahwa negosiasi kesepakatan megaproyek pipa gas Power of Baikal telah memasuki fase akhir. Sindonews menekankan bahwa proyek ini akan menghubungkan sumber gas di wilayah Siberia dengan jaringan distribusi China, dengan kapasitas tahunan sebesar 50 miliar meter kubik. Penyelesaian diharapkan tercapai sebelum akhir tahun 2026, meski rincian teknis seperti jalur spesifik dan investasi belum dipublikasikan secara lengkap. Sementara itu, dua media lain yang termasuk dalam rangkaian peliputan hari itu, yaitu Antara Berita Terkini & Bencana serta CNN Indonesia Internasional, tidak menyinggung proyek pipa tersebut. Antara melaporkan konfirmasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura, sedangkan CNN Indonesia menyoroti politikus keturunan Indonesia Alvin Tedjo yang terpilih menjadi wali kota di Kanada. Kedua laporan tersebut menunjukkan fokus editorial pada agenda politik bilateral dan diaspora, bukan pada dinamika energi Eurasia. Meskipun tidak ada data telemetri resmi yang dapat diverifikasi pada saat penulisan, angka panjang pipa (2.600 km) dan volume gas (50 miliar m³/tahun) yang disebutkan Sindonews menjadi satu‑satunya referensi kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan dalam rangkaian berita ini.

Dampak bagi pembaca

Proyek Power of Baikal diperkirakan akan mengubah peta pasokan energi di Eurasia, memperkuat ketergantungan China pada sumber gas Rusia sekaligus meningkatkan pengaruh geopolitik kedua negara di pasar energi global. Bagi Indonesia, peningkatan pasokan gas dari jalur ini dapat menurunkan tekanan pada impor LNG, namun juga menimbulkan tantangan kompetitif bagi proyek energi domestik. Pemerintah Indonesia disarankan memantau perkembangan kesepakatan ini melalui Kementerian Energi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta memperkuat diversifikasi sumber energi untuk menjaga kemandirian energi nasional.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Sindonews Ekonomi & Bisnis, CNN Indonesia Internasional)