GeeGitMEDIA
Kawah Ijen Dibuka untuk Wisatawan Usai Karhutla, Kasus Kebakaran dan Pneumonia Meningkat
bencana

Kawah Ijen Dibuka untuk Wisatawan Usai Karhutla, Kasus Kebakaran dan Pneumonia Meningkat

28 Sep 2026 • 21:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Mulai Senin, 28 September 2026, Taman Wisata Alam Kawah Ijen resmi dibuka kembali bagi pengunjung setelah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitarnya. Polda Kalimantan Tengah mengungkap enam kasus karhutla dengan delapan tersangka diamankan, sementara CNN Indonesia melaporkan kenaikan kasus pneumonia anak hingga 20 persen di daerah yang sama. Pembukaan kembali Kawah Ijen dilaporkan Detik Travel Nusantara, menandai langkah pemulihan pariwisata pasca bencana.

Kasus Karhutla Teridentifikasi6
Tersangka Diamankan8 orang
Kenaikan Pneumonia Anak20%
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Antara Berita Terkini & Bencana, Polda Kalimantan Tengah mengidentifikasi enam titik kebakaran hutan dan lahan serta menahan delapan tersangka pada Senin, 28 September 2026, pukul 21.01 WIB. Penegakan hukum ini menegaskan respons aparat terhadap penyebab utama penurunan kualitas udara di wilayah pegunungan timur Jawa. Sementara itu, CNN Indonesia dalam segmen Gaya Hidup & Wisata mencatat bahwa sejak kebakaran tersebut, kasus pneumonia pada anak-anak di daerah terdampak naik sebesar 20 persen, mengindikasikan dampak kesehatan yang signifikan akibat polusi asap. Laporan tersebut dirilis pada pukul 18.30 WIB, menekankan perlunya perhatian medis bagi penduduk setempat. Detik Travel Nusantara menyoroti bahwa pada pukul 18.18 WIB, pengelola TWA Kawah Ijen mengumumkan pembukaan kembali kawasan wisata kepada publik. Pengumuman ini disertai pernyataan bahwa jalur pendakian telah dibersihkan dan pemantauan kualitas udara sedang dilakukan oleh otoritas setempat, meski tidak ada data telemetri resmi yang dipublikasikan.

Dampak bagi pembaca

Pembukaan Kawah Ijen diharapkan menghidupkan kembali sektor pariwisata lokal, memberikan peluang ekonomi bagi penduduk sekitar. Namun, peningkatan kasus pneumonia menuntut koordinasi antara dinas kesehatan dan otoritas lingkungan untuk menyediakan layanan medis dan memperketat pengawasan kualitas udara. Penegakan hukum terhadap pelaku karhutla juga menjadi sinyal penting bagi pencegahan kebakaran di masa mendatang.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, CNN Indonesia Gaya Hidup & Wisata, Detik Travel Nusantara)