Delegasi Indonesia Walk Out Saat Pidato Netanyahu di PBB, Kemenlu Tegaskan Solidaritas Palestina
Jumat, 25 September 2026, delegasi Indonesia melakukan aksi walk out pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di New York ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan dipicu oleh pernyataan Netanyahu yang menuding Turki tanpa dasar, yang dianggap menyinggung rakyat Palestina. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina dan penolakan terhadap retorika yang memecah belah. Aksi tersebut menyoroti posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik Timur Tengah di panggung internasional.
Berdasarkan laporan Republika News, Kemenlu menjelaskan bahwa walk out dilakukan sebagai respons atas tuduhan Israel yang tidak berdasar serta sebagai bentuk dukungan moral kepada Palestina. Sindonews Nasional menambahkan bahwa delegasi Indonesia meninggalkan ruangan tepat saat Netanyahu hendak melanjutkan pidatonya, menegaskan kembali komitmen Jakarta terhadap hak-hak Palestina. CNN Indonesia Internasional melaporkan reaksi Turki yang mengecam tuduhan Netanyahu, menyebutnya "tuduhan tanpa dasar" dan menyoroti bahwa pernyataan tersebut menambah ketegangan di forum PBB. Liputan tersebut menempatkan aksi Indonesia dalam konteks protes bersama negara‑negara Muslim yang menolak narasi Israel. Al Jazeera World Affairs, yang judulnya diterjemahkan menjadi "Pejabat Israel Mencatat Setelah Walk Out Delegasi di PBB", menyoroti bahwa seorang pejabat Israel terlihat mencatat reaksi delegasi setelah aksi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa walk out tidak hanya menjadi sorotan Indonesia, melainkan juga menarik perhatian pihak Israel dan media internasional lainnya.
Dampak bagi pembaca
Aksi walk out delegasi Indonesia mempertegas posisi Jakarta sebagai pendukung kuat kemerdekaan dan hak-hak Palestina di arena internasional, sekaligus menambah tekanan diplomatik pada Israel dalam forum PBB. Langkah tersebut dapat memicu respons resmi Israel serta mempengaruhi dinamika koalisi negara‑negara Muslim di PBB. Di dalam negeri, pernyataan Kemenlu diperkirakan akan memperkuat dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri yang pro‑Palestina, sementara hubungan bilateral dengan Turki diperkirakan akan menguat karena kesamaan sikap. Kedepannya, Indonesia diprediksi akan terus mengadvokasi resolusi PBB yang menuntut gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan bagi Gaza, serta memantau perkembangan diplomatik di tingkat multilateral.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Republika News, Sindonews Nasional, CNN Indonesia Internasional)