Prop Firm: 90% Peserta Gagal Evaluasi, dan Satu Perusahaan Digugat Karena Memastikannya
Prop firm sedang gencar dipasarkan ke trader ritel Indonesia: ikut evaluasi berbayar, lulus, lalu dapat 'modal' ratusan ribu dolar. Laporan ini menarik bukan karena strateginya, melainkan karena penulisnya benar-benar menjalani prosesnya selama 21 minggu di dua penyedia sekaligus — FTMO dan The 5ers — masing-masing akun $100.000, memakai pendekatan Smart Money Concepts ala Inner Circle Trader, ditambah ChatGPT sebagai alat bantu menahan tekanan psikologis saat drawdown.
Sebelum lebih jauh, statusnya harus jelas. Ini bukan paper jurnal, melainkan laporan proyek sarjana (Interactive Qualifying Project) di Worcester Polytechnic Institute. Halaman sampulnya menyatakan sendiri bahwa 'WPI rutin menerbitkan laporan semacam ini di web tanpa telaah editorial maupun peer review'. Jumlah subjeknya satu orang, dan hasilnya dilaporkan sendiri. Baca sebagai catatan pengalaman yang terdokumentasi rapi, bukan sebagai bukti.
Angka yang paling layak diingat ada di bab 'Mengapa Trader Gagal Evaluasi Prop Firm': sekitar 90% peserta evaluasi prop firm berakhir gagal (mengutip Dapo, 2024). Penyebabnya, menurut laporan ini, bukan kekurangan modal atau peluang — melainkan tuntutan psikologis dan aturan risiko yang sangat ketat.
Aturan khasnya begini: dengan akun $100.000, drawdown maksimal dibatasi 10% dari nilai akun dan tidak boleh lebih dari 5% dalam satu hari perdagangan. Margin kesalahannya setipis itu. Enam penyebab kegagalan yang didaftar: manajemen risiko yang buruk, tekanan psikologis saat drawdown, strategi yang belum teruji, leverage berlebihan untuk mengejar kerugian, salah paham terhadap aturan evaluasi, dan pengalaman yang belum cukup.
Tetapi bagian paling penting dari laporan ini justru ada di bab regulasi, dan ini yang jarang disebut dalam promosi prop firm. Pada 2023, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat menggugat My Forex Funds (Traders Global) — salah satu prop firm terbesar saat itu.
Isi gugatannya berat. CFTC menuduh perusahaan itu bertindak sebagai LAWAN TRANSAKSI para tradernya sendiri, bukan meneruskan order ke penyedia likuiditas. Dengan posisi itu, mereka dituduh merekayasa slippage harga terhadap trader yang sedang berhasil, mengenakan struktur komisi berlebihan yang secara sistematis menggerus ekuitas akun, dan memakai perangkat lunak khusus agar order pelanggan dieksekusi pada harga lebih buruk daripada yang ditampilkan. CFTC menyebutnya 'menghambat sejumlah kecil pelanggan yang berhasil, demi menekan keuntungan pelanggan dan menambah kerugian mereka'.
Skalanya besar: lebih dari 135.000 pelanggan mendaftar sejak November 2021, membayar setidaknya $310 juta dalam bentuk biaya. Gugatan itu juga menyebut dana hasil praktik tersebut dipakai membeli rumah dan mobil mewah. Artinya, pada model bisnis semacam ini, biaya evaluasi bisa menjadi sumber pendapatan utama — bukan bagi hasil dari trader yang sukses.
Kesimpulan yang wajar dari laporan ini bukan 'prop firm itu penipuan'. FTMO dan The 5ers yang dipakai penulis menjalankan evaluasi sesuai aturan dan pembayarannya diajukan. Yang wajar adalah: perlakukan biaya evaluasi sebagai biaya yang mungkin hangus, periksa apakah penyedia meneruskan order ke pasar atau menjadi lawan transaksimu, dan ingat bahwa aturan drawdown 5% harian akan menghukum satu keputusan emosional jauh lebih keras daripada akun pribadi.
Ilustrasi Kode Expert Advisor
//+------------------------------------------------------------------+
//| BUKAN STRATEGI — penjaga aturan evaluasi prop firm |
//| Diturunkan dari batasan yang dijelaskan di laporan |
//+------------------------------------------------------------------+
// Laporan ini tidak menyediakan EA. Yang bisa dipakai ulang adalah
// aturan mainnya: batas kerugian yang membuat 90% peserta gugur.
//
// Dua batas berjalan bersamaan, dan yang HARIAN biasanya yang lebih
// dulu membunuh akun:
// - Drawdown total : 10% dari saldo awal
// - Drawdown harian : 5% dari saldo awal hari itu
input double SaldoAwal = 100000.0;
input double BatasTotalPersen = 10.0;
input double BatasHarianPersen = 5.0;
input double RisikoPerTrxPersen = 0.5; // konservatif; banyak yang memakai 1-2%
double saldoAwalHariIni = 0.0;
datetime hariTercatat = 0;
void PerbaruiPatokanHarian() {
MqlDateTime t; TimeToStruct(TimeCurrent(), t);
datetime hariIni = StringToTime(StringFormat("%04d.%02d.%02d", t.year, t.mon, t.day));
if (hariIni != hariTercatat) {
hariTercatat = hariIni;
saldoAwalHariIni = AccountInfoDouble(ACCOUNT_BALANCE);
}
}
//+------------------------------------------------------------------+
//| Kembalikan false bila membuka posisi baru berisiko melanggar |
//| salah satu batas. Panggil SEBELUM setiap order. |
//+------------------------------------------------------------------+
bool BolehMembukaPosisi() {
PerbaruiPatokanHarian();
double ekuitas = AccountInfoDouble(ACCOUNT_EQUITY);
double lantaiTotal = SaldoAwal * (1.0 - BatasTotalPersen / 100.0);
double lantaiHarian = saldoAwalHariIni * (1.0 - BatasHarianPersen / 100.0);
if (ekuitas <= lantaiTotal) {
Print("Batas drawdown TOTAL tercapai. Evaluasi gugur.");
return false;
}
if (ekuitas <= lantaiHarian) {
Print("Batas drawdown HARIAN tercapai. Berhenti sampai besok.");
return false;
}
// Sisa jarak ke lantai terdekat menentukan ukuran posisi yang wajar.
double ruangTersisa = ekuitas - MathMax(lantaiTotal, lantaiHarian);
double risikoRencana = SaldoAwal * RisikoPerTrxPersen / 100.0;
if (risikoRencana > ruangTersisa * 0.5) {
Print("Ukuran posisi terlalu besar terhadap sisa ruang kerugian.");
return false;
}
return true;
}
// Catatan: memperbesar posisi untuk mengejar kerugian adalah penyebab
// kegagalan nomor 4 di laporan. Fungsi di atas justru MENGECIL saat
// ruang menipis — kebalikan dari dorongan alaminya.
Seluruh artikel di Trading Zone membahas metode dari paper akademik yang sudah terbit — tujuannya murni edukasi (belajar metode dari literatur ilmiah), BUKAN sinyal atau rekomendasi beli/jual. Kode EA yang ditampilkan adalah ilustrasi struktur logika untuk belajar, bukan kode produksi siap pakai. Kami mendorong kamu membaca paper aslinya secara lengkap dan menguji sendiri di akun demo sebelum menyimpulkan apa pun. Perdagangan berjangka/forex adalah transaksi high-risk, high-return.