GeeGitMEDIA

Jelajah · Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

Borobudur: Gunung Batu Penuh Cerita

Borobudur: A Mountain of Stone and Stories

Tur Candi Borobudur dari fajar di atas lembah berkabut sampai 72 stupa berlubang di puncaknya: siapa pembangunnya, kenapa disebut mandala raksasa, relief tersembunyi di kakinya, relief kapal yang berlayar sampai Afrika, dan cara berkunjung dengan hormat.

A tour of Borobudur from sunrise over the misty valley to the 72 perforated stupas at the top: who built it, why it is a giant mandala, the hidden reliefs at its foot, the ship carving that sailed to Africa, and how to visit respectfully.

Video episode ini segera tayang di kanal YouTube GeeGit dalam bahasa Indonesia, Inggris, Spanyol, dan Prancis. Teks di bawah adalah naskah videonya, disajikan berdampingan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

1. Di mana Borobudur

Magelang, Jawa Tengah · ±40 km dari Yogyakarta

Selamat datang di Jelajah! Hari ini kita ada di Jawa Tengah, sekitar empat puluh kilometer dari Yogyakarta.

Kita datang untuk salah satu monumen terhebat yang pernah dibangun tangan manusia.

Welcome to Jelajah! Today we're in Central Java, Indonesia, about forty kilometers from Yogyakarta.

We're here for one of the greatest monuments ever built by human hands.

2. Fajar di atas kabut

Dikelilingi Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro

Setiap pagi, kabut terangkat dari lembah ini, dan perlahan... muncullah sebuah gunung dari batu.

Inilah Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia, dikelilingi gunung berapi di segala penjuru.

Every morning, the mist lifts from this valley, and slowly... a mountain of stone appears.

This is Borobudur, the largest Buddhist temple in the world, surrounded by volcanoes on every side.

3. Siapa yang membangun

Dibangun ±780–830 M · Dinasti Syailendra · ±55.000 m³ batu andesit

Candi ini dibangun lebih dari seribu dua ratus tahun lalu, pada masa Dinasti Syailendra.

Sekitar lima puluh lima ribu meter kubik batu vulkanik, dipotong dan disusun seperti puzzle raksasa, tanpa semen sama sekali.

It was built more than twelve hundred years ago, in the time of the Sailendra dynasty.

About fifty-five thousand cubic meters of volcanic stone, cut and stacked like a giant puzzle, with no cement at all.

4. Mandala raksasa

123 m × 123 m · tinggi 35 m · 6 teras persegi + 3 teras lingkaran

Dari atas, Borobudur adalah mandala raksasa, peta alam semesta yang terbuat dari batu.

Enam teras persegi, tiga teras lingkaran, dan sebuah stupa besar di puncaknya.

Mendakinya adalah sebuah perjalanan: dari alam keinginan, melewati alam rupa, menuju alam tanpa rupa di puncak.

From above, Borobudur is a giant mandala, a map of the universe in stone.

Six square platforms, three circular ones, and a great stupa at the very top.

Climbing it is meant to be a journey: from the world of desire, through the world of form, to the formless world at the summit.

5. Buku dari batu

±2.672 panel relief · berjalan searah jarum jam

Telusuri lorongnya searah jarum jam, dan dinding pun mulai bercerita. Ada lebih dari dua ribu enam ratus panel relief.

Ada yang menceritakan kehidupan Buddha. Ada juga yang menggambarkan kehidupan sehari-hari: petani, pemusik, pasar... dan kapal.

Pada tahun 2003, para pelaut membuat kapal sungguhan berdasarkan salah satu relief ini, lalu berlayar dari Jakarta sampai ke Ghana, di Afrika.

Walk the corridors clockwise, and the walls start telling stories. There are more than two thousand six hundred relief panels.

Some tell the life of the Buddha. Others show everyday life: farmers, musicians, markets... and ships.

In 2003, sailors built a real ship based on one of these carvings, and sailed it all the way from Jakarta to Ghana, in Africa.

6. Kaki yang disembunyikan

160 panel tersembunyi · hanya pojok tenggara yang terlihat

Tapi ada cerita yang disembunyikan. Di balik kaki candi, ada seratus enam puluh panel tentang sebab dan akibat, tertutup dinding batu.

Sekarang, hanya sudut kecil di sisi tenggara ini yang dibiarkan terbuka, supaya kita bisa mengintip.

But some stories are hidden. Behind the base, there are one hundred and sixty panels about cause and effect, covered by a wall of stone.

Today, only a small corner here in the southeast is left open, so we can take a peek.

7. 504 arca Buddha

504 arca Buddha · 72 stupa berlubang

Dulunya, ada lima ratus empat arca Buddha di sini.

Di teras lingkaran, tujuh puluh dua di antaranya duduk di dalam stupa batu berbentuk lonceng, berlubang-lubang supaya kita bisa melihat Buddha di dalamnya.

Originally, there were five hundred and four Buddha statues here.

On the circular terraces, seventy-two of them sit inside stone stupas shaped like bells, with holes so you can see the Buddha within.

8. Hilang dan ditemukan

1814 ditemukan kembali · 1907–1911 & 1975–1982 dipugar · 1991 Warisan Dunia UNESCO

Selama berabad-abad, Borobudur tersembunyi di bawah abu vulkanik dan hutan.

Candi ini ditemukan kembali tahun 1814, lalu dipugar dua kali. Pada pemugaran terbesar, lebih dari satu juta batu dibongkar, dibersihkan, dan dipasang kembali, satu per satu.

Tahun 1991, Borobudur menjadi Warisan Dunia UNESCO.

For centuries, Borobudur lay hidden under volcanic ash and jungle.

It was uncovered in 1814, and later restored twice. In the biggest restoration, more than one million stones were taken apart, cleaned, and put back, one by one.

In 1991, it became a UNESCO World Heritage Site.

9. Satu garis lurus

Mendut · Pawon · Borobudur — satu garis timur–barat

Ini yang sering terlewat oleh pengunjung. Borobudur, Pawon, dan Mendut, tiga candi ini berdiri dalam satu garis lurus.

Dan setiap tahun saat Waisak, umat Buddha masih berjalan dalam prosesi di sepanjang garis ini. Borobudur bukan sekadar reruntuhan. Ia masih tempat suci.

Here's something many visitors miss. Borobudur, Pawon and Mendut, three temples, stand in one straight line.

And every year on Vesak, Buddhists still walk in procession along this line. Borobudur is not just a ruin. It is still a sacred place.

10. Tips berkunjung

Naik candi dibatasi · wajib sandal upanat · cek situs resmi sebelum berangkat

Mau berkunjung? Datanglah pagi-pagi. Udaranya lebih sejuk dan suasananya lebih tenang.

Naik ke candi dibatasi, dan pendaki wajib memakai upanat, sandal anyaman khusus yang melindungi tangga kuno. Aturannya bisa berubah, jadi cek situs resmi sebelum berangkat.

Dan tolong, jaga sikap. Jangan duduk di atas stupa, dan jangan menyentuh arca.

Planning a visit? Come early in the morning. It's cooler and calmer.

Climbing the temple is limited, and climbers must wear upanat, special woven sandals that protect the old stairs. Rules change, so check the official site before you go.

And please, be respectful. Don't sit on the stupas, and don't touch the statues.

11. Penutup

Panduan wisata lengkap: geegit.id

Dua belas abad usianya, dan masih berdiri tegak. Itulah Borobudur.

Temukan panduan lengkap wisata Magelang di geegit titik id. Sampai jumpa di Jelajah berikutnya!

Twelve centuries old, and still standing. That's Borobudur.

Find our full Magelang travel guide at geegit dot id. See you on the next Jelajah!

Panduan wisata lengkap Magelang →Magelang travel guide (English) →

Sumber

Aturan naik candi, kuota, dan harga tiket berubah-ubah. Periksa situs resmi pengelola sebelum berangkat.