GeeGitMEDIA
Rusia Lepas Puluhan Ton Emas, China Membeli, Harga Emas Dunia Naik di Tengah Laba Antam
umum

Rusia Lepas Puluhan Ton Emas, China Membeli, Harga Emas Dunia Naik di Tengah Laba Antam

28 Okt 2026 • 09:10 WIB · Redaksi GeeGit

Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026 – Rusia mengurangi cadangan emasnya sekitar 62 ton dalam sembilan bulan pertama 2026, sementara China meningkatkan pembelian logam mulia. Pergerakan tersebut bertepatan dengan kenaikan harga emas Antam menjadi Rp 2.570.000 per gram dan laba Antam yang melonjak 46% menjadi Rp 9,6 triliun pada kuartal III 2026. Di pasar internasional, harga emas dunia sempat turun menembus level psikologis USD 4.000 per troy ounce menjelang rapat The Fed. Bagaimana dinamika geopolitik dan kebijakan moneter ini memengaruhi harga emas di Indonesia?

Harga emas Antam per gramRp 2.570.000
Laba Antam Q3 2026Rp 9,6 triliun
Pengurangan cadangan emas Rusia≈ 62 ton
Level psikologis emas duniaUSD 4.000 per troy ounce
Redaksi BertugasRedaksi GeeGit

Berdasarkan laporan Republika News, Rusia menurunkan kepemilikan emas nasionalnya hingga sekitar 62 ton selama sembilan bulan pertama 2026, menandakan strategi diversifikasi cadangan devisa. Sebaliknya, Beijing justru meningkatkan pembelian emas, menegaskan komitmen China untuk memperkuat posisi cadangan logam mulia. Perspektif ini menyoroti perbedaan kebijakan antara dua negara penghasil emas terbesar dunia. Sementara itu, media finansial domestik menyoroti dampak langsung pada pasar Indonesia. Kontan Investasi & Makro mencatat harga pecahan satu gram emas Antam naik Rp 20.000 menjadi Rp 2.570.000 pada Rabu (28/10/2026). CNBC Indonesia Market menambahkan bahwa laba Antam naik 46% menjadi Rp 9,6 triliun, didorong oleh penjualan emas dan nikel. Sindonews Ekonomi & Bisnis menambahkan bahwa harga emas dunia sempat turun menembus level USD 4.000 per troy ounce menjelang rapat The Fed, menandakan volatilitas yang masih tinggi meski ada tekanan beli dari China.

Dampak bagi pembaca

Lonjakan laba Antam dan kenaikan harga emas Antam dapat meningkatkan minat investor ritel Indonesia pada logam mulia, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global. Namun, penurunan harga emas dunia di bawah USD 4.000 per troy ounce menandakan potensi volatilitas yang dapat memicu pergerakan harga jangka pendek. Investor disarankan memantau keputusan The Fed serta perkembangan cadangan emas Rusia‑China untuk menilai risiko dan peluang investasi emas di pasar domestik.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Kontan Investasi & Makro, CNBC Indonesia Market, Republika News)