Kementerian ESDM Alihkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang ke Kopassus dan Raih Reksa Bandha 2026
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menyerahkan alih status penggunaan lahan bekas tambang batu bara seluas 137,1 hektare di Kutai Kartanegara kepada Kementerian Pertahanan cq Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang bertepatan dengan raihan prestasi kementerian dalam pengelolaan Barang Milik Negara pada Jumat, 6 November 2026.
Berdasarkan laporan dari Detik Finance dan Kontan Industri & Pangan, pengalihan aset negara ini mencakup 102 bidang tanah dengan luas total mencapai 137,1 hektare. Proses penyerahan aset tersebut ditandai secara resmi melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) yang dilaksanakan pada Jumat, 6 November 2026. Sementara itu, liputan dari CNN Indonesia Ekonomi dan Sindonews Ekonomi & Bisnis menyoroti pencapaian lain dari instansi yang sama. Kementerian ESDM baru saja dianugerahi peringkat kedua dalam ajang Anugerah Reksa Bandha 2026 atas keberhasilan mereka dalam mengelola Barang Milik Negara. Penghargaan tersebut dipandang sebagai penegasan pentingnya akuntabilitas fiskal, transparansi, serta tertib administrasi dalam tata kelola aset negara. Langkah sinergi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Pertahanan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset eks tambang untuk kepentingan strategis pertahanan negara. Di sisi lain, prestasi fiskal yang diraih memperlihatkan komitmen instansi dalam menjaga tata kelola yang akuntabel di tengah dinamika perekonomian nasional.
Dampak bagi pembaca
Pengalihan lahan eks tambang kepada Kopassus memberikan kepastian hukum dan optimalisasi pemanfaatan aset negara untuk mendukung fasilitas pertahanan strategis di daerah Kutai Kartanegara. Sementara itu, apresiasi Anugerah Reksa Bandha 2026 mendorong instansi pemerintah lainnya untuk terus meningkatkan transparansi, tata kelola, dan akuntabilitas fiskal Barang Milik Negara.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Detik Finance, Kontan Industri & Pangan, CNN Indonesia Ekonomi)