Penerimaan Pajak Rp1.409 Triliun, APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Jumat, 18 September 2026, berada dalam kondisi defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sementara penarikan utang baru mencapai Rp506 triliun.
Berdasarkan laporan CNN Indonesia Ekonomi yang dirilis pada Jumat, 18 September 2026, 12.57 WIB, besaran defisit APBN per Agustus 2026 menyentuh angka Rp240,1 triliun. Sementara itu, liputan Detik Finance pada hari yang sama pukul 12.58 WIB mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan penarikan utang baru sebesar Rp506 triliun untuk menopang kebutuhan fiskal. Di sisi lain, Katadata Riset & Ekonomi mencatat bahwa anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menembus Rp134,2 triliun hingga akhir bulan lalu, dengan total 57 juta penerima manfaat yang dilayani oleh 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari sektor energi, ulasan Sindonews Ekonomi & Bisnis menunjukkan realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) melonjak hingga Rp331,4 triliun atau membengkak 52,1 persen. Kinerja fiskal nasional ini berjalan di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 yang tercatat tumbuh solid sebesar 5,29 persen (Y-on-Y) menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah menilai dinamika belanja ini tetap sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.
Dampak bagi pembaca
Pembengkakan subsidi energi dan alokasi anggaran program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis memberikan tekanan tersendiri terhadap pelebaran defisit APBN serta peningkatan penarikan utang. Bagi masyarakat dan pelaku industri, stabilitas pasokan energi bersubsidi dan berjalannya program sosial tetap terjamin, namun pengelolaan fiskal yang hati-hati diperlukan untuk menjaga keseimbangan makroekonomi di tengah tren pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi, Detik Finance)