Warga Banten Keluhkan Mata Perih Akibat Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau
Sejumlah warga di wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan mata perih akibat paparan abu vulkanik menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan pada Minggu, 6 September 2026.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari CNN Indonesia Nasional & Politik yang dirilis pada pukul 12:35:09 +0700, material abu vulkanik dari erupsi tersebut telah mulai menyelimuti sejumlah kawasan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Serang. Fenomena ini memicu gangguan kenyamanan dan kesehatan ringan bagi warga setempat, khususnya keluhan pada bagian mata. Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di perairan Selat Sunda yang kerap mengalami fluktuasi aktivitas vulkanik. Sebaran abu yang terbawa angin ke daratan pesisir Banten menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar agar tidak terpapar material vulkanik secara langsung tanpa pelindung.
Dampak bagi pembaca
Dampak langsung dari sebaran abu vulkanik ini adalah gangguan kesehatan respirasi dan iritasi mata bagi warga di pesisir Kabupaten Serang. Langkah mitigasi yang dianjurkan bagi masyarakat adalah mengenakan masker serta pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. Pembaca diimbau untuk terus memantau kanal informasi resmi dari instansi berwenang seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) demi keselamatan bersama.
Buka sumber asal: CNN Indonesia Nasional & Politik