GeeGitMEDIA
Asian Games 2026: Indonesia Gagal Medali Angkat Besi, Bulu Tangkis Tertinggal China
olahraga

Asian Games 2026: Indonesia Gagal Medali Angkat Besi, Bulu Tangkis Tertinggal China

24 Sep 2026 • 17:10 WIB · Redaktur Desk Olahraga

Pada Kamis, 24 September 2026, Asian Games Aichi‑Nagoya 2026 menyajikan hasil yang mengecewakan bagi Indonesia. Lifter Eko Yuli Irawan menempati posisi keempat di kelas 65 kg putra dengan total angkatan 302 kg, sementara tim bulu tangkis putra Indonesia terpaksa menelan kekalahan 0‑2 melawan China di final beregu. Kedua peristiwa ini dilaporkan oleh CNN Indonesia Olahraga dan Sindonews Sports, menandai tantangan kompetitif yang dihadapi atlet Tanah Air di ajang multinasional tersebut.

Total Angkatan Eko Yuli Irawan302 kg
Posisi Angkat Besi4
Skor Bulu Tangkis Indonesia vs China0‑2
Redaksi BertugasRedaktur Desk Olahraga

Berdasarkan laporan CNN Indonesia Olahraga, Eko Yuli Irawan gagal menambah koleksi medali Indonesia setelah mengangkat total 302 kg, menempati posisi keempat di kelas 65 kg putra. Prestasi ini berada di bawah ekspektasi publik yang mengharapkan setidaknya perak atau perunggu, mengingat catatan Eko sebelumnya sebagai peraih medali Olimpiade dan Asian Games. Tidak ada data telemetri resmi yang tersedia untuk mengonfirmasi performa teknis, namun angka total angkatan menjadi acuan utama. Sementara itu, Sindonews Sports menyoroti hasil tim bulu tangkis putra yang kalah 0‑2 dari China pada final beregu. Kekalahan ini menempatkan Indonesia dalam posisi tertinggal dari rival terdekat, memperpanjang dominasi China dalam cabang tersebut. Laporan mencatat bahwa pertandingan berlangsung pada sore hari yang sama, menambah tekanan pada atlet yang mengharapkan rebound setelah performa kurang memuaskan di babak sebelumnya.

Dampak bagi pembaca

Kegagalan meraih medali angkat besi dan kekalahan di bulu tangkis dapat memengaruhi moral atlet serta menurunkan ekspektasi sponsor dan publik. Kementerian Pemuda dan Olahraga diperkirakan akan meninjau program pembinaan, memperkuat dukungan teknis, dan menyesuaikan alokasi dana untuk meningkatkan kompetitivitas pada ajang internasional berikutnya.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNN Indonesia Olahraga, Sindonews Sports)