GeeGitMEDIA
Bahlil Dorong Pemda Manfaatkan Lahan Tidur untuk Etanol yang Dibeli Pertamina
umum

Bahlil Dorong Pemda Manfaatkan Lahan Tidur untuk Etanol yang Dibeli Pertamina

15 Okt 2026 • 23:10 WIB · Redaksi GeeGit

Pemerintah terus menggenjot sektor energi terbarukan dan pemerataan infrastruktur melalui berbagai kebijakan strategis di tengah dinamika kabinet. Berdasarkan laporan Sindonews pada Kamis, 15 Oktober 2026, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan tidur demi memproduksi bahan baku bioetanol seperti jagung, singkong, dan tebu yang nantinya akan diserap oleh PT Pertamina (Persero).

Jumlah Desa Belum Berlistrik11.000 Desa
Kurs USD/IDRRp17.944,55
Redaksi BertugasRedaksi GeeGit

Inisiatif pemanfaatan lahan tidur ini menjadi salah satu fokus penting dalam transisi energi nasional. Liputan dari berbagai media independen juga menyoroti langkah-langkah komplementer yang sedang berjalan di sektor energi. Berdasarkan laporan Antara pada Kamis, 15 Oktober 2026, Bahlil Lahadalia turut meminta pemerintah daerah bersama PT PLN (Persero) untuk mendata secara rinci desa-desa yang belum teraliri listrik. Langkah pendataan tersebut sejalan dengan temuan Kontan yang melaporkan bahwa terdapat sekitar 11.000 desa yang belum berlistrik di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM, seperti dihimpun pada Kamis, 15 Oktober 2026, berupaya agresif memacu program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa (Lisdes) di berbagai wilayah. Di sisi lain, dinamika politik dan tata kelola kementerian juga menjadi sorotan publik. Katadata dalam beritanya pada Kamis, 15 Oktober 2026, mencatat tanggapan Bahlil Lahadalia terkait isu potensi reshuffle kabinet serta kabar mengenai posisi kursi Menteri ESDM, yang menunjukkan adanya koordinasi erat dalam transisi kebijakan energi nasional.

Dampak bagi pembaca

Kebijakan pemanfaatan lahan tidur untuk bioetanol memberikan peluang ekonomi baru bagi sektor pertanian dan daerah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui komitmen pembelian oleh Pertamina. Sementara itu, percepatan program elektrifikasi melalui BPBL dan Lisdes diharapkan mampu menekan kesenjangan energi di 11.000 desa yang belum teraliri listrik. Langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemda, BUMN, serta PLN sangat krusial agar target transisi energi dan pemerataan akses listrik dapat tercapai secara tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi)