Erupsi Anak Krakatau Batalkan 16 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak
Pada Minggu, 6 September 2026, erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan 16 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak dibatalkan; BMBM mengonfirmasi gempa mag 4,9 di laut 74 km timur laut Banggai pada pukul 13:41 WIB, sementara model oseanografi BMKG melaporkan gelombang rendah di Laut Jawa (0,98 m).
Berdasarkan laporan Antara Berita Terkini & Bencana, maskapai penerbangan mengurungkan jadwal 16 penerbangan setelah awan abu vulkanik menyebar ke wilayah udara Pontianak. Penerbangan domestik dan internasional yang terdampak meliputi rute‑rute utama, memaksa penumpang menunggu penjadwalan ulang. BMKG sekaligus mengeluarkan data gempa otomatis (ID bmkg_auto_20260906T064125) dengan magnitudo 4,9, kedalaman 7 km, berpusat di laut 74 km timur laut Banggai; tidak ada peringatan tsunami, namun gempa dirasakan dengan intensitas II‑III di Luwuk. Sementara itu, data laut dari BMKG menunjukkan kondisi Laut Jawa (WPP‑712) dengan tinggi gelombang 0,98 m, periode 4,6 s, kecepatan arus 0,7 km/jam (0,19 m/s) dan suhu permukaan 28 °C, dikategorikan sebagai "Gelombang Rendah". Penjelasan resmi menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tetap mengacu pada arahan Syahbandar dan BMKG Maritim. Tidak ada laporan tambahan tentang bandara lain pada hari itu, sehingga angka 42 penerbangan yang disebutkan dalam judul awal tidak dapat diverifikasi dari sumber yang tersedia.
Dampak bagi pembaca
Pembatalan 16 penerbangan mengganggu mobilitas penumpang dan logistik di Kalimantan Barat, memicu penundaan koneksi domestik serta potensi kerugian ekonomi bagi maskapai dan sektor pariwisata. Pemerintah daerah dan otoritas bandara diimbau memperketat pemantauan kualitas udara serta menyediakan informasi real‑time kepada publik. Bagi pelaut, kondisi laut yang tenang mengurangi risiko navigasi, namun tetap disarankan mematuhi peringatan BMKG Maritim.
Buka sumber asal: Antara Berita Terkini & Bencana