Krisis Energi dan Krisis Iklim: Dampak Pemadaman Listrik Terhadap Pelajar Serta Pencairan Es Glesier Swiss
Dua laporan riset internasional yang dirilis pada akhir Oktober 2026 menyoroti tantangan lingkungan dan infrastruktur yang dihadapi global, di mana studi dari Phys.org Science & Nanotech mencatat dampak psikologis dan akademik pemadaman listrik terhadap pelajar di Afrika Selatan, sementara ScienceDaily Research News melaporkan hilangnya hampir 20% es glesier di Swiss dalam kurun waktu lima tahun akibat suhu panas ekstrem.
Berdasarkan laporan Phys.org Science & Nanotech yang dirilis pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Afrika Selatan pernah mengalami tahun terburuk pemadaman listrik terjadwal oleh perusahaan utilitas Eskom pada tahun 2023. Pemadaman tersebut tercatat terjadi pada 335 dari 365 hari dalam setahun, seringkali berlangsung beberapa kali sehari. Meskipun negara tersebut kini telah melewati masa tanpa pemadaman terencana selama lebih dari satu setengah tahun, studi menunjukkan bahwa krisis energi tersebut meninggalkan dampak nyata bagi para pelajar. Para siswa menghubungkan pemadaman bergilir dengan tingkat kecemasan yang meningkat, terganggunya waktu istirahat tidur, hingga penurunan nilai akademik. Di sisi lain, liputan dari ScienceDaily Research News pada Jumat, 23 Oktober 2026, menyoroti krisis lingkungan yang parah di Eropa. Glesier di Swiss dilaporkan menghilang pada tingkat yang mengkhawatirkan, dengan kehilangan lebih dari 5% volume esnya hanya pada tahun 2026 saja. Beberapa glesier paling terkenal di negara tersebut mengalami pencairan terburuk sepanjang sejarah pencatatan, sementara beberapa glesier yang lebih kecil bahkan lenyap sepenuhnya. Fenomena ini didorong oleh musim dingin yang tidak biasa tanpa salju serta gelombang panas musim panas yang ekstrem.
Dampak bagi pembaca
Dampak dari krisis energi dan perubahan iklim ini menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan global maupun lokal. Bagi dunia pendidikan, ketidakstabilan infrastruktur listrik terbukti menurunkan kesejahteraan mental dan prestasi siswa, yang memerlukan penyediaan cadangan energi darurat di fasilitas pendidikan. Sementara itu, pencairan glesier yang masif di Swiss mengindikasikan percepatan perubahan iklim global yang mengancam ketersediaan sumber daya air tawar dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, sehingga komitmen mitigasi emisi karbon dan adaptasi iklim menjadi semakin mendesak.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Phys.org Science & Nanotech, ScienceDaily Research News)