GeeGitMEDIA
AirNav Perpanjang Penutupan Bandara Soekarno‑Hatta hingga 18.00 WIB, 7 Bandara Terdampak Abu Vulkanik
bencana

AirNav Perpanjang Penutupan Bandara Soekarno‑Hatta hingga 18.00 WIB, 7 Bandara Terdampak Abu Vulkanik

07 Sep 2026 • 12:00 WIB · Redaktur Desk Wisata

Bandara Internasional Soekarno‑Hatta (Soetta) kembali ditutup operasionalnya hingga pukul 18.00 WIB pada Senin, 7 September 2026, setelah Air Navigation Service Provider (AirNav) memperpanjang pembatasan yang awalnya dijadwalkan lebih singkat; keputusan ini sejalan dengan laporan Detik Finance yang mencatat total tujuh bandara di Selatan Sumatera dan Barat Jawa harus tetap ditutup karena abu vulkanik, menimbulkan dampak pada sekitar 2.300 penerbangan.

Jumlah Bandara Ditutup7 bandara
Penerbangan Terdampak2.300 penerbangan
Waktu Akhir Penutupan Soekarno‑Hatta18.00 WIB, 7 Sep 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Wisata

Menurut laporan Kontan Industri & Pangan, AirNav mengumumkan pada Senin, 07 Sep 2026 pukul 11.47 WIB bahwa penutupan Bandara Soekarno‑Hatta diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB pada hari yang sama. Detik Finance, yang merilis informasinya lebih awal pada pukul 10.37 WIB, menyoroti bahwa penutupan tidak terbatas pada Soetta saja, melainkan mencakup tujuh bandara di wilayah Selatan Sumatera dan Barat Jawa. Kedua media sepakat bahwa penyebab utama penutupan adalah abu vulkanik yang masih berada di atmosfer, mengganggu visibilitas dan keselamatan penerbangan. Tidak ada data telemetri resmi yang tersedia untuk mengonfirmasi intensitas abu atau kondisi cuaca spesifik pada saat penutupan, sehingga laporan media menjadi sumber utama informasi. Namun, angka 2.300 penerbangan yang terdampak yang disampaikan Detik Finance memberikan gambaran skala gangguan operasional di wilayah tersebut.

Dampak bagi pembaca

Penutupan bersama tujuh bandara mengakibatkan penundaan dan pembatalan ribuan tiket, memaksa maskapai mengalihkan rute atau menunda jadwal. Penumpang yang telah terjadwal di Soekarno‑Hatta harus mencari alternatif transportasi atau menunggu hingga batas waktu 18.00 WIB. Industri pariwisata dan logistik di wilayah terdampak diperkirakan mengalami penurunan pendapatan sementara, sementara otoritas bandara dan AirNav diharapkan terus memantau kualitas udara dan memberi pembaruan berkala untuk meminimalkan gangguan lebih lanjut.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Industri & Pangan, Detik Finance)