Riset Kolaborasi BRIN dan UGM Ungkap Isolasi Selulosa Ampas Sagu
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini mempublikasikan riset ilmiah di bidang sains terapan berjudul "Cellulose isolation of sago hampas", yang kini dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui tautan DOI 10.17632/6kvx7ms7tg.
Publikasi ilmiah ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pemanfaatan limbah ampas sagu untuk isolasi selulosa. Penelitian yang digawangi oleh peneliti dari afiliasi National Research and Innovation Agency dan Universitas Gadjah Mada ini beroperasi di bawah status akses terbuka (Open Access), yang memungkinkan komunitas ilmiah global serta masyarakat luas untuk membaca dan memanfaatkan temuan tersebut tanpa hambatan. Namun, perkembangan riset di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan alokasi anggaran. Berdasarkan data Bank Dunia (World Bank), belanja riset dan pengembangan (R&D) Indonesia tercatat berada di angka 0.28% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menjadi konteks penting dalam melihat produktivitas para peneliti nasional di tengah keterbatasan pendanaan untuk menghasilkan inovasi berbasis sains terapan.
Dampak bagi pembaca
Publikasi riset dengan status Open Access ini memperluas diseminasi pengetahuan dan membuka peluang hilirisasi industri bagi pemanfaatan ampas sagu di Indonesia. Meskipun alokasi belanja riset nasional masih berada di level 0.28% PDB berdasarkan data World Bank, kolaborasi lintas institusi seperti BRIN dan UGM membuktikan produktivitas ilmiah yang tinggi. Bagi para pembaca, akademisi, dan pelaku industri yang ingin meninjau metodologi serta data lengkap dari riset sains terapan ini, dapat langsung mengakses dokumen publikasinya melalui tautan resmi DOI yang tersedia.
Buka sumber asal: OpenAlex Open Science & World Bank