Akuisisi Emiten Makin Marak, Danantara Target 40,12% Saham BEI
Pada Senin, 14 September 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjadi sorotan setelah dua laporan media mengangkat aksi korporasi yang semakin intens. Kontan Investasi & Makro menyoroti tren akuisisi yang terus marak di antara emiten, sementara Detik Finance melaporkan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana menguasai 40,12% saham BEI melalui mekanisme pembelian. Kedua pemberitaan tersebut menegaskan dinamika strategi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
Menurut Kontan Investasi & Makro, aksi akuisisi oleh emiten di BEI tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Laporan mereka, yang dirilis pukul 19.50 WIB, menekankan bahwa perusahaan-perusahaan publik terus memperluas portofolio melalui merger, akuisisi, atau penambahan saham strategis sebagai upaya meningkatkan nilai pemegang saham. Di sisi lain, Detik Finance menyoroti langkah spesifik Danantara yang akan menggenggam 40,12% saham BEI. Detik mencatat bahwa BPI Daya Anagata Nusantara, yang dikelola oleh Danantara, berencana menambah kepemilikan tersebut melalui penawaran terbuka dan transaksi di pasar sekunder, dengan rilis pada pukul 19.00 WIB. Kedua sumber sepakat bahwa peningkatan kepemilikan ini mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap prospek pasar modal Indonesia, meskipun tidak ada data telemetri resmi yang dapat mengonfirmasi volume transaksi atau nilai total investasi pada saat ini.
Dampak bagi pembaca
Peningkatan kepemilikan saham BEI oleh Danantara dapat memengaruhi likuiditas dan struktur kepemilikan di pasar modal, berpotensi menimbulkan tekanan pada harga saham-saham terkait. Bagi investor ritel, sinyal akuisisi yang terus berlanjut dapat menambah volatilitas dan menuntut penyesuaian portofolio. Regulator, termasuk OJK, kemungkinan akan memantau konsentrasi kepemilikan untuk memastikan tidak terjadi dominasi yang mengganggu tata kelola pasar. Secara luas, tren akuisisi ini menegaskan pentingnya strategi korporasi yang adaptif dalam menghadapi persaingan global dan kebutuhan pendanaan yang dinamis.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Investasi & Makro, Detik Finance)