GeeGitMEDIA
El Nino Kuat Ganjil Musim Hujan di RI, 569 Zona Terancam
cuaca

El Nino Kuat Ganjil Musim Hujan di RI, 569 Zona Terancam

23 Sep 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Cuaca

BMKG pada Rabu, 23 September 2026 mengumumkan bahwa fenomena El Nino kembali muncul dengan intensitas sangat kuat, menyebabkan penundaan musim hujan di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 569 zona musim diproyeksikan mengalami awal musim hujan yang mundur, sementara wilayah Jawa Timur diperkirakan berada pada puncak kemarau hingga November 2026. BMKG menekankan risiko kesehatan dan kebutuhan kesiapsiagaan masyarakat.

Jumlah zona musim terdampak569 zona
Perkiraan akhir musim hujan rendahhingga November 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Cuaca

Menurut laporan CNBC Indonesia Tech & Inovasi, BMKG mengidentifikasi 569 zona musim yang akan mengalami awal musim hujan mundur akibat kombinasi El Nino dan IOD. Detik Health menyoroti bahwa El Nino yang sangat kuat ini memperpanjang kondisi kekeringan serta menunda curah hujan, sehingga menimbulkan ancaman kesehatan seperti dehidrasi dan penyakit pernapasan. Sementara itu, CNN Indonesia Teknologi melaporkan bahwa Jawa Timur berada pada puncak kemarau, dengan prediksi curah hujan tetap rendah hingga November dan hanya meningkat pada akhir 2026. BMKG belum merilis data telemetri khusus untuk mendukung perkiraan tersebut, melainkan mengandalkan model iklim regional yang menggabungkan suhu permukaan laut, tekanan atmosfer, dan pola IOD. Prediksi ini konsisten di antara ketiga media, meski masing‑masing menekankan aspek yang berbeda: CNBC fokus pada jumlah zona, Detik pada dampak kesehatan, dan CNN pada implikasi regional Jawa Timur. Semua sumber sepakat bahwa penurunan curah hujan dapat memperpanjang periode kemarau dan menunda puncak musim hujan tradisional.

Dampak bagi pembaca

Penundaan musim hujan diperkirakan akan memperburuk kondisi kekeringan, mengancam pasokan air bersih, menurunkan hasil pertanian, dan meningkatkan risiko penyakit terkait panas. BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat program konservasi air, meningkatkan penyuluhan kesehatan, serta menyiapkan layanan medis darurat di wilayah terdampak. Petani disarankan mengadopsi varietas tanaman tahan kering dan mengoptimalkan irigasi tetes guna meminimalkan kerugian.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNBC Indonesia Tech & Inovasi, Detik Health, CNN Indonesia Teknologi)