GeeGitMEDIA
Basarnas Kesulitan Temukan 5 Jurnalis Hilang di Pulau Sertung Akibat Erupsi Anak Krakatau
bencana

Basarnas Kesulitan Temukan 5 Jurnalis Hilang di Pulau Sertung Akibat Erupsi Anak Krakatau

11 Sep 2026 • 04:00 WIB · Redaktur Desk Bencana

Pada 10 September 2026, lima jurnalis dan seorang pemandu wisata menghilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Pulau Sertung. Tim SAR gabungan Basarnas, BMKG, dan TNI AL memulai pencarian pada 11 September, namun operasi terhambat oleh status rawan erupsi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keprihatinannya, sementara otoritas maritim menegaskan bahaya vulkanik sebagai faktor utama.

Jurnalis Hilang5 orang
Tanggal Kejadian10 Sep 2026
LokasiSelat Sunda, Pulau Sertung
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan laporan Antara (11 Sep 2026), Menhub Dudy Purwagandhi menyoroti hilangnya kontak lima jurnalis yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Republika News (11 Sep 2026) menambahkan bahwa tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka dan operasi pencarian terhambat karena status gunung yang masih berpotensi erupsi. Detik Travel Nusantara (10 Sep 2026) melaporkan foto terakhir yang dikirimkan pemandu wisata, memperlihatkan kapal kecil yang berada tak jauh dari pulau tersebut sebelum sinyal terputus. Semua sumber sepakat bahwa kondisi laut pada saat kejadian berada dalam kategori gelombang rendah, namun prioritas utama tetap pada ancaman vulkanik yang dapat berubah secara cepat. BMKG belum mengeluarkan peringatan tsunami, namun menegaskan bahwa keselamatan berlayar harus mengacu pada arahan Syahbandar dan BMKG Maritim.

Dampak bagi pembaca

Kehilangan lima jurnalis menimbulkan kekhawatiran atas prosedur keselamatan bagi media yang meliput bencana alam, khususnya di zona vulkanik aktif. Industri pariwisata lokal juga terdampak, mengingat Pulau Sertung menjadi titik fokus wisata bahari. Pemerintah diharapkan memperketat protokol evakuasi, meningkatkan koordinasi SAR, dan menyediakan pelatihan khusus bagi tim media sebelum menugaskan liputan di area berisiko tinggi.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Republika News, Detik Travel Nusantara)