GeeGitMEDIA
BPS: Ekspor Indonesia Juli 2026 Tembus USD 26,22 Miliar dengan Neraca Positif
ekonomi

BPS: Ekspor Indonesia Juli 2026 Tembus USD 26,22 Miliar dengan Neraca Positif

06 Sep 2026 • 15:45 WIB · Redaktur Desk Makroekonomi & Kebijakan

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 September 2026, nilai ekspor Indonesia pada bulan Juli 2026 tercatat mencapai USD 26,22 miliar, sementara impor berada di angka USD 26,09 miliar, mencerminkan dinamika perdagangan internasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Ekspor Juli 2026USD 26,22 miliar
Impor Juli 2026USD 26,09 miliar
Akumulasi Ekspor Jan-Jul 2026USD 167,03 miliar
Pertumbuhan Ekspor Jan-Jul4,43 persen
Ekspor Nonmigas Jan-JulUSD 160,01 miliar
Pertumbuhan Ekspor Nonmigas5,21 persen
Redaksi BertugasRedaktur Desk Makroekonomi & Kebijakan

Berdasarkan laporan resmi BPS dalam subjek statistik Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran, total nilai ekspor Indonesia periode Januari–Juli 2026 telah mencapai USD 167,03 miliar. Angka ini merepresentasikan peningkatan sebesar 4,43 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Sejalan dengan tren positif tersebut, liputan data sektoral menyoroti bahwa nilai ekspor nonmigas turut mendongkrak kinerja perdagangan dengan kenaikan sebesar 5,21 persen, menyentuh angka USD 160,01 miliar. Konfirmasi telemetri resmi dari BPS juga mencatat bahwa khusus pada bulan Juli 2026 saja, kinerja ekspor bulanan mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 6,05 persen hingga mencapai posisi USD 26,22 miliar.

Dampak bagi pembaca

Kinerja ekspor yang melampaui angka impor dengan nilai masing-masing USD 26,22 miliar dan USD 26,09 miliar memberikan implikasi nyata bagi stabilitas makroekonomi nasional dan neraca pembayaran Indonesia. Pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 5,21 persen menunjukkan daya saing industri pengolahan domestik yang kian menguat di pasar global. Pelaku industri dan konsumen diimbau untuk terus memantau fluktuasi perdagangan internasional ini sebagai acuan strategis dalam perencanaan rantai pasok dan mitigasi risiko nilai tukar.

Buka sumber asal: Badan Pusat Statistik (BRS)