Kualitas Udara Makassar Tercatat AQI 71, Masuk Kategori Sedang
Menurut data real‑time yang dirilis oleh World Air Quality Index (WAQI) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks kualitas udara (AQI) di Makassar tercatat 71, menempatkannya pada kategori “Sedang”. Pengukuran ini mencakup konsentrasi partikel PM2.5 sebesar 14.6 µg/m³ serta suhu udara 29 °C pada hari ini, memberikan gambaran kondisi atmosfer yang perlu dipantau oleh warga dan pihak berwenang.
Laporan WAQI menegaskan bahwa nilai AQI 71 berada di ambang batas antara “Baik” dan “Sedang”, yang berarti kualitas udara masih dapat diterima bagi kebanyakan orang, namun kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan disarankan untuk memperhatikan aktivitas luar ruangan. BMKG, sebagai otoritas nasional, mengonfirmasi angka yang sama dalam portal daringnya dan menambahkan bahwa konsentrasi PM2.5 14.6 µg/m³ berada di bawah ambang batas WHO (10 µg/m³) untuk paparan jangka panjang, namun tetap lebih tinggi dibandingkan standar “Baik” (≤12 µg/m³). Suhu 29 °C yang tercatat menandakan kondisi tropis yang umum di wilayah selatan Indonesia pada periode ini, namun suhu tinggi dapat memperparah persepsi ketidaknyamanan pada hari berpolusi. Kedua lembaga menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan melalui jaringan sensor di seluruh kota untuk mendeteksi perubahan cepat pada kualitas udara.
Dampak bagi pembaca
Meskipun AQI masih berada pada kategori sedang, peningkatan partikel halus dapat memperburuk gejala asma dan alergi, terutama pada jam-jam sibuk lalu lintas. BMKG menyarankan warga mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada sore hari, serta menggunakan masker filtrasi bila diperlukan. Pemerintah kota diharapkan memperkuat regulasi emisi kendaraan dan meningkatkan penghijauan untuk menurunkan konsentrasi PM2.5 secara berkelanjutan.
Buka sumber asal: World Air Quality Index (WAQI)