GeeGitMEDIA
Pertamina dan Kemenkop Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah Lewat KDKMP
ekonomi

Pertamina dan Kemenkop Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah Lewat KDKMP

30 Okt 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Koperasi dan UKM resmi meluncurkan uji coba program pengumpulan minyak jelantah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna mendukung ketahanan energi nasional dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sebagaimana dihimpun dari berbagai lintas liputan media pada akhir Oktober 2026.

Harga Pembelian Minyak JelantahRp5.000 - Rp6.000 per liter
Waktu Peluncuran ProgramJumat, 30 Oktober 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan CNN Indonesia Ekonomi yang dirilis pada Jumat, 30 Oktober 2026, langkah sinergi antara Pertamina dan Kemenkop ini difokuskan untuk mengoptimalkan potensi limbah rumah tangga agar bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Sementara itu, liputan Detik Finance menyoroti implementasi lapangan di wilayah Banyumas, di mana warga secara aktif mengumpulkan minyak jelantah yang dihargai berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per liter. Minyak jelantah tersebut nantinya diproyeksikan untuk diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Di sisi lain, catatan tambahan dari pemberitaan Antara Berita Terkini & Bencana turut merangkum dinamika ekonomi makro seputar uji coba kebijakan energi dan penataan kelembagaan, memperkuat konteks bahwa pengelolaan limbah domestik kini menjadi salah satu fokus strategis lintas sektor. Keterlibatan KDKMP dinilai menjadi instrumen penting dalam menjembatani pengumpulan dari tingkat akar rumput secara terstruktur.

Dampak bagi pembaca

Inisiatif pengumpulan minyak jelantah ini memberikan dampak ganda bagi masyarakat, yakni tambahan pendapatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi serta kontribusi langsung terhadap penyediaan pasokan energi hijau alternatif bagi sektor aviasi. Langkah mitigasi ke depan memerlukan edukasi berkelanjutan agar standar kualitas limbah yang dikumpulkan tetap memenuhi spesifikasi industri pengolahan SAF.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNN Indonesia Ekonomi, Antara Berita Terkini & Bencana, Detik Finance)