GeeGitMEDIA
Prabowo Tegaskan Indonesia Wajib Swasembada Pangan dan Energi Tanpa Bergantung Negara Lain
pangan

Prabowo Tegaskan Indonesia Wajib Swasembada Pangan dan Energi Tanpa Bergantung Negara Lain

19 Sep 2026 • 17:20 WIB · Redaktur Desk Pangan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan urgensi kemandirian nasional melalui swasembada pangan dan energi agar Indonesia tidak bergantung pada bangsa lain, di tengah catatan inflasi domestik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen.

Inflasi Year-on-Year (Agustus 2026)3,19 persen
Redaksi BertugasRedaktur Desk Pangan

Berdasarkan laporan Detik Finance yang dirilis pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 15.31 WIB, Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan keharusan Indonesia mencapai swasembada total pada sektor pangan dan energi. Pernyataan tersebut memperkuat arah kebijakan strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sementara itu, liputan Katadata Riset & Ekonomi mencatat bahwa penyataan ini sejalan dengan pidato politik Prabowo dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta pada hari yang sama pukul 11.57 WIB. Dalam pidato berdurasi sekitar satu jam tersebut, kepala negara turut memaparkan sejumlah komitmen pembangunan, termasuk penyediaan lapangan terbang bagi kampung nelayan serta peningkatan sektor pendidikan gratis. Sebagai bentuk konfirmasi telemetri makroekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 berada di level 3,19 persen. Angka ini merefleksikan dinamika harga komoditas yang mendasari pentingnya percepatan kemandirian pangan demi meredam tekanan biaya hidup masyarakat.

Dampak bagi pembaca

Dorongan kuat terhadap swasembada pangan dan energi membawa implikasi strategis bagi sektor industri, petani, dan nelayan nasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi domestik terhadap gejolak pasokan global serta menstabilkan daya beli masyarakat di tengah tren inflasi. Mitigasi yang diperlukan meliputi efisiensi rantai pasok domestik, subsidi tepat sasaran, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti fasilitas logistik kampung nelayan.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Detik Finance, Katadata Riset & Ekonomi)