GeeGitMEDIA
IHSG Turun 1,33% ke 6.589, Transaksi Crossing Rp1,25 Triliun di VICI
finansial

IHSG Turun 1,33% ke 6.589, Transaksi Crossing Rp1,25 Triliun di VICI

10 Sep 2026 • 18:00 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pada penutupan perdagangan Kamis, 10 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.589, turun 88,86 poin atau 1,33% dibandingkan sesi sebelumnya; sekaligus tercatat transaksi crossing senilai Rp1,25 triliun pada saham PT VICI, sementara investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,31 triliun di Bursa Efek Indonesia.

IHSG Penutupan6.589
Penurunan IHSG (%)1,33%
Penurunan IHSG (poin)88,86 poin
Nilai Transaksi Crossing VICIRp1,25 triliun
Net Foreign Sell (sesi 1)Rp1,31 triliun
Total Nilai Transaksi Pasar (Sindonews)Rp21,4 triliun
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi, IHSG ditutup pada 6.589 setelah penurunan 1,33% (88,86 poin) dan menyoroti adanya transaksi crossing jumbo Rp1,25 triliun di saham VICI. Sindonews Ekonomi & Bisnis mengonfirmasi penurunan yang sama, menambahkan bahwa total nilai transaksi pasar hari itu mencapai Rp21,4 triliun, meski tidak menyebutkan detail VICI. CNBC Indonesia Market melaporkan tekanan jual dari investor asing, dengan net foreign sell sebesar Rp1,31 triliun pada sesi pertama, terutama pada sektor perbankan. Ketiga media sepakat pada besaran penurunan IHSG dan level penutupan, namun berbeda dalam menyoroti volume transaksi: Katadata menekankan crossing VICI, Sindonews menyoroti total pasar, dan CNBC menyoroti aliran dana asing. Tidak ada data telemetri resmi yang tersedia untuk memverifikasi volume transaksi atau aliran dana, sehingga laporan media menjadi sumber utama verifikasi fakta. Perbedaan angka total transaksi (Rp21,4 triliun vs. crossing Rp1,25 triliun) mencerminkan fokus laporan masing‑masing, bukan kontradiksi data.

Dampak bagi pembaca

Penurunan IHSG sebesar 1,33% menandakan sentimen pasar yang bearish, terutama dipicu oleh aksi jual asing yang signifikan. Investor ritel dan institusi dihadapkan pada risiko nilai portofolio menurun, terutama pada saham-saham yang terlibat dalam crossing besar seperti VICI. Analis menyarankan diversifikasi, pemantauan likuiditas, dan penggunaan stop‑loss untuk mengurangi eksposur. Bagi perusahaan, tekanan jual dapat memengaruhi biaya modal dan rencana ekspansi. Regulator dan otoritas pasar kemungkinan akan memperketat pengawasan aliran dana asing guna menjaga stabilitas pasar modal.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Katadata Riset & Ekonomi, Sindonews Ekonomi & Bisnis, CNBC Indonesia Market)